Cegah Penuaan Dini dengan Kopi Robusta Campur Garam Bambu Asal Korea Selatan

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 11:44 WIB
 Minuman berbahan biji kopi robusta dan garam bambu bisa mendukung kesehatan, sehingga bisa rutin dikonsumsi.  (Foto: Sulistyanto)
Minuman berbahan biji kopi robusta dan garam bambu bisa mendukung kesehatan, sehingga bisa rutin dikonsumsi. (Foto: Sulistyanto)


JOGJA, harianmerapi.com – Biji kopi Robusta setelah diproses menjadi wujud bubuk cocok dicampur dengan aneka bahan lain seperti susu bubuk, eskrak jahe dan garam bambu.

Ketika kopi robusta diberi atau dicampur dengan garam bambu asal Korea Selatan dan menjadi suatu minuman akan memiliki cita rasa unik, misalnya ada sedikit pahit, gurih serta asin.

Penggemar minuman kopi dan praktisi pemasaran garam bambu di Jogja, I Wayan Darma menjelaskan, dalam garam bambu terkandung banyak mineral, misalnya ada magnesium, kalium, zinc dan kalsium.

Lalu ketika dicampurkan dengan bubuk biji kopi robusta akan berdampak bagus atau bermanfaat bagi kesehatan.

“Bubuk kopi robusta dicampur garam bambu asal Korea Selatan dengan takaran pas, selain enak dengan cita rasa unik juga bagus untuk kesehatan, misalnya sebagai sumber antioksidan, melindungi tubuh dari paparan radikal bebas sampai menghindarkan penuaan dini,” ungkap Wayan Darma, baru-baru ini.

Baca Juga: Tak Hanya Daging, Sumsum Sapi Pun Miliki Manfaat Kesehatan, Salah Satunya Cegah Penuaan Dini

Menurutnya, garam bambu atau di Korea Selatan biasa disebut jugyeom cara membuatnya melewati beberapa tahapan, sehingga harga di pasaran lebih mahal dibanding garam umumnya.

Sesuai dengan namanya, garam yang diperoleh dari laut dimasukkan ke dalam potongan-potongan bambu. Umur bambu rata-rata sudah tiga tahun, lalu dibakar dengan suhu 800 derajat celcius selama 12 hingga 14 jam.

Proses pembakaran garam tersebut menerapkan cara tradisional, yaitu dengan menggunakan kayu bakar. Bahkan tak hanya sekali saja membakarnya, namun antara delapan sampai sembilan kali pembakaran.

“Pembakaran garam bambu yang terakhir menggunakan suhu tinggi sampai 1.000 derajat celcius, sehingga garam yang awalnya berwarna putih berubah warna menjadi ungu kehitaman,” terangnya.

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X