• Rabu, 5 Oktober 2022

Kasus Hepatitis Akut, Kemenkes Perkuat Fasilitas Pelayanan Kesehatan

- Jumat, 6 Mei 2022 | 21:30 WIB
Tangkapan layar Juru Bicara Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi saat menyampaikan keterangan pers secara virtual yang diikuti dari Zoom di Jakarta, Kamis (5/5/2022).  (ANTARA/Andi Firdaus)
Tangkapan layar Juru Bicara Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi saat menyampaikan keterangan pers secara virtual yang diikuti dari Zoom di Jakarta, Kamis (5/5/2022). (ANTARA/Andi Firdaus)

JAKARTA, harianmerapi.com - Kementerian Kesehatan RI memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan untuk menghadapi kasus hepatitis akut bergejala berat yang belum diketahui penyebabnya pada anak.

"Penguatan fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) dengan adanya rumah sakit rujukan untuk penanganan kasus hepatitis akut yang berat seperti Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Jakarta," kata Siti Nadia Tarmizi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (6/5/2022).

Ia mengatakan upaya memperkuat fasyankes di seluruh daerah merupakan langkah strategis pemerintah untuk mencegah penyebaran kasus hepatitis akut.

Baca Juga: Kuota Pengiriman Motor Gratis (Motis) Periode Arus Balik Lebaran 2022 Melalui KAI Masih Tersisa 3.040 Motor

"Termasuk pemeriksaan laboratorium untuk menegakkan diagnosis pasti terkait penyebab hepatitis akut berat ini," katanya.

Kementerian Kesehatan telah menunjuk Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) sebagai laboratorium rujukan untuk pemeriksaan spesimen hepatitis akut.

Selain itu, Kemenkes juga telah mengirimkan surat kewaspadaan kepada Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota yakni Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya.

Baca Juga: One Way Arus Balik Diperpanjang Mulai dari Tol Dalam Kota Semarang dari Sebelumnya di Gerbang Tol Kalikangkung

Menurut Nadia diperlukan upaya peningkatan kewaspadaan, pencegahan, dan pengendalian infeksi hepatitis akut pada anak. Harapannya, setiap kasus yang memiliki gejala serupa dengan hepatitis akut misterius segera dilaporkan.

Lead Scientist kasus hepatitis akut Hanifa Oswari mengatakan masyarakat harus waspada, namun jangan panik dalam menghadapi hepatitis misterius.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X