• Jumat, 21 Januari 2022

dr Zaidul Akbar Ungkap Rahasia Menghentikan Gen Penyakit Keturunan

- Minggu, 26 September 2021 | 11:40 WIB
dr Zaidul Akbar (Instagram dr Zaidul Akbar)
dr Zaidul Akbar (Instagram dr Zaidul Akbar)


JAKARTA, harianmerapi.com - Hampir di setiap keluarga kerap memiliki penyakit bawaan keturunan. Penyakit gen keturunan ini erat kaitannya dengan penyakit generatif yang sebenarnya dapat dicegah sejak dini.

dr Zaidul Akbar, praktisi pengobatan sunah indonesia sekaligus penggasas Jurus Sehat Rasulullah mengutarakan, ulama Islam menyebutkan bahwa dasar dari penyakit fisik adalah emosi yang bermasalah.

Menurutnya, kunci rahasia mengungkap gen penyakit keturunan adalah mengendalikan emosi. Ia menyarankan bagi penderita penyakit jantung misalnya, dapat mengecek terlebih dahulu nasab keluarga tersebut. Adakah emosi yang dipelihara. Sejatinya memelihara emosi dapat menjadi biang kerok masalah penyakit keturunan.

Baca Juga: Membuat Wajah Glowing Berseri Ala dr Zaidul Akbar, Rutin Konsumsi Keluarga Buah-buahan Ini

"Ulama Islam menyebutkan bahwa dasar dari penyakit fisik adalah emosi yg bermasalah, itu kuncinya, maka jk ada penyakit tertentu, mk coba cek dulu di rantai nasab keluarga tersebut, adakah emosi yg “dijaga atau dipelihara” oleh keluarga tsb yg sejatinya itulah biang kerok masalahnya yg perlu diperbaiki (tanpa perlu menyalahkan siapapun ya)," ujarnya dr Zaidul Akbar dalam unggahannya di Instagram @zaidulakbar, Selasa (21/9/2021).

Menurut dr Zaidul Akbar, apa saja yang melatarbelakangi sifat emosi tersebut. Emosi keturunan bisa terbentuk bahkan saat aak dalam kandungan dari 0 sampai 9 bulan. Masa ini disebutnya sebagai 'pencetakan'. Emosi berikutnya bisa terbentuk saat anak berusia 9 bulan hingga 5 tahun.

Baca Juga: Dengan Uang Rp 10 Ribu Bisa Terhindar dari Kanker, Tiga Rempah-rempah ini Sangat Dianjurkan dr Zaidul Akbar

"Biar mudah difahami, cetakan emosi buat penyakit jantung misalnya adalah curigaan, buruk sangka, ga percayaan, kebencian, yg trus menerus dipelihara (khususnya oleh ibu saat hamil hingga 5 thn anak) , jangan jangan suamiku gini nih, ato apa bener gitu atau prasangka2 lain yg terus menerus dipelihara khusunya oleh ibu hamil tsb hingga 5 thn usia anak," sambung Zaidul Akbar yang juga pengurus pusat Asosiasi Pengobat Tradisional Indonesia.

Untuk menjawab pernyatanyaan sederhanya tersebut, setiap umat harus kembali ke agama, kembali ke iman, kembali ke ilmu syar’i yang ada dalam agama, karena yang bisa mengobati penyakit emosi tersebut adalah agama atau iman yang tertanam di dalam hati.

"Itu sebabnya, saat hamil ya ibu hamil tsb sangat amat perlu mengontrol hati dan perasaannya kpd agama," jelasnya.*

Halaman:

Editor: Sutriono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Diet Aman dan Sehat, Begini Tips dari Ahli Gizi UGM

Kamis, 13 Januari 2022 | 07:22 WIB
X