Terjerat pinjol, bisa berbuntut nekat

- Senin, 21 November 2022 | 11:00 WIB
ilustrasi (dok harian merapi)
ilustrasi (dok harian merapi)

PINJAMAN online atau pinjol masih marak di masyarakat, ada yang resmi ada pula yang ilegal. Mereka ada karena dibutuhkan. Namun, bila berurusan dengan pinjol ilegal dampaknya akan sangat serius, bahkan bisa berbuntut teror, pemerasan dan sebagainya.

Kalau sudah terjerat utang pinjol, malah nekat mencuri atau melakukan tindakan yang merugikan orang lain.

Itulah yang dilakukan lelaki pengangguran, W (33) warga Gamping Sleman. Gara-gara terjerat utang pinjol, W nekat mencuri motor korban Subhan Ulul Albab (21) warga Grobogan Jawa Tengah.

Baca Juga: Hadapi Slovakia, Timnas U-20 datangkan dua pemain Belanda, ini mereka

Singkat cerita,  Subhan menjual motor melalui medsos yang kemudian direspons W yang pura-pura hendak membeli motor yang ditawarkan. Setelah penjual dan pembeli ketemu di TKP, terjadi insiden, motor dibawa kabur W. Subhan berteriak minta tolong dan langsung dikejar warga, hingga pelaku terjatuh dan diamankan.

Ketika diinterogasi, W mengaku berbuat nekat untuk mencukupi kebutuhan ekonomi lantaran  terjerat utang pinjol. Entah benar atau tidak pengakuan W, yang jelas, tidak ada alasan pemaaf atas perbuatan mencuri motor.

Apakah kasus ini dapat diselesaikan melalui keadilan restoratif ? Nampaknya sulit. Sebab, keadilan restoratif akan selalu terkait dengan kompensasi pemberian uang ganti rugi kepada korban.

Baca Juga: Timnas Indonesia dipastikan hadapi Brunei Darussalam di Stadion KLFA Malaysia, simak jadwalnya

Bagaimana akan memberi ganti rugi kepada korban, sementara pelaku tak punya uang ? Dan, lantaran tidak punya uang itulah ia nekat mencuri. Kalaupun benar ia terjerat utang pinjol, sepertinya justru pihak pengelola pinjol itu yang bakal kewalahan, baik itu pinjol legal maupun ilegal. Sebab, menghadapi orang nekat, apalagi tidak punya uang maupun barang berharga, maka tidak ada lagi yang bisa diharapkan.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catatan Hendry Ch Bangun: Ombudsman Media

Rabu, 1 Februari 2023 | 12:00 WIB

Sikap Muslim terhadap Al Qu’ran

Rabu, 1 Februari 2023 | 06:17 WIB

Mengapa mengemis daring dilarang, ini sebabnya

Selasa, 31 Januari 2023 | 09:30 WIB

Awas, jangan beli barang curian, ini risikonya

Senin, 30 Januari 2023 | 11:00 WIB

Cegah anak terlibat klitih, orangtua pun perlu dibina

Senin, 30 Januari 2023 | 09:30 WIB

Catatan Hendry Ch Bangun: Setelah kompeten, apa?

Selasa, 24 Januari 2023 | 11:00 WIB
X