Bharada E tak kuasa tolak perintah jenderal, bagaimana bila perintahnya melanggar hukum ?

- Kamis, 20 Oktober 2022 | 14:00 WIB
Ajudan Irjen Pol. Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E berjalan memasuki ruangan saat tiba di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022). ( ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Ajudan Irjen Pol. Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E berjalan memasuki ruangan saat tiba di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022). ( ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

ADA fenomena menarik dalam persidangan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua atau Brigadir J yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan beberapa hari lalu.

Terdakwa Bharada Richard Eliezer atau Bharada E dalam persidangan mengaku tak mampu menolak perintah atasannya, Irjen Ferdy Sambo untuk menembak rekannya Brigadir J.

Saat dihadirkan sebagai terdakwa, Bharada E pun meminta maaf karena telah menembak rekannya sendiri. Benarkah Bharada E tak bisa menolak perintah Irjen Ferdy Sambo ? Apakah perintah ini bersifat relatif atau absolut ?

Baca Juga: Pelatih PSIM Jogja Erwan Hendarwanto kedepankan aspek psikologis pemain saat latihan reguler

Hal ini akan terungkap di persidangan lanjutan. Dalam aturan internal Polri, perintah atasan dianggap sebagai hukum sehingga harus dijalankan. Lantas, bagaimana seandainya perintah atasan itu ternyata melanggar atau bertentangan dengan hukum ? Bukankah bawahan berhak menolak perintah tersebut ?

Agaknya, pengacara Bharada E telah mempersiapkan pembelaan dengan argumen bahwa kliennya tak kuasa untuk menolak perintah atasannya yang notabene seorang jenderal. Padahal, perintah tersebut jelas-jelas melanggar undang-undang. Membunuh orang tanpa hak adalah melanggar hukum. Bharada E mestinya paham soal itu.

Artinya, Bharada E seharusnya paham bahwa saat itu atasannya sedang melanggar hukum, sehingga perintahnya pun melanggar hukum. Apakah ini juga harus diataati ? Inilah yang nanti dinilai majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Baca Juga: 2 anak di NTT meninggal dunia akibat gejala gagal ginjal akut, ini penjelasan IDAI

Begitu pula terkait dampak bila Bharada E menolak perintah Ferdy Sambo, apakah akan membahayakan keselamatan jiwanya ? Misalnya, bila Bharada E tak mau menembak Brigadir J, maka ia sendiri yang akan ditembak. Nah, bila ini yang terjadi tentu ada pertimbangan khusus bagi hakim untuk menoleransi atau tidak tindakan Bharada E.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catatan Hendry Ch Bangun: Ombudsman Media

Rabu, 1 Februari 2023 | 12:00 WIB

Sikap Muslim terhadap Al Qu’ran

Rabu, 1 Februari 2023 | 06:17 WIB

Mengapa mengemis daring dilarang, ini sebabnya

Selasa, 31 Januari 2023 | 09:30 WIB

Awas, jangan beli barang curian, ini risikonya

Senin, 30 Januari 2023 | 11:00 WIB

Cegah anak terlibat klitih, orangtua pun perlu dibina

Senin, 30 Januari 2023 | 09:30 WIB

Catatan Hendry Ch Bangun: Setelah kompeten, apa?

Selasa, 24 Januari 2023 | 11:00 WIB
X