• Selasa, 6 Desember 2022

Hilang Rasa Kemanusiaan Gara-gara Masalah Asmara

- Jumat, 25 Maret 2022 | 09:30 WIB
Ilustrasi (dok harian merapi)
Ilustrasi (dok harian merapi)



DONY Christiawan Eko Wahyudi (31) , seorang nakes asal Lasem Rembang tega menghabisi nyawa kekasihnya Sweetha (32) warga Mlati Sleman yang juga seorang nakes. Cara membunuhnya pun sangat sadis, yakni dengan mencekik dan menjerat pakai kain kerudung, lalu membuangnya di bawah jalan tol di kawasan Pudak Payung Semarang.

Lebih sadis lagi, ternyata sebelum membunuh Sweetha, Dony telah menghabisi nyawa anak Sweetha yang baru berusia 5 tahun. Alasannya, anak tersebut rewel dan nakal. Sebelum membunuh, Dony menyiksa anak tak berdosa itu dengan cara mengurung di kamar dan tidak memberi makan.

Perbuatan Dony sungguh sangat keji dan sama sekali tak punya belas kasihan. Anak Sweetha sengaja dititipkan ke Dony karena sudah dianggap sebagai orang dekat. Kedua jenazah korban ditemukan di bawah jembatan tol Semarang beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Ridwan Kamil Wisuda 1.249 Petani Milenial Jawa Barat di Kampus Institut Pertanian Bogor

Mungkin ini pembunuhan tersadis yang pernah terjadi di Jawa Tengah. Pelakunya nyaris lolos, untung polisi jeli dan berhasil mengidentifikasi pelaku yang tak lain adalah kekasih Sweetha yang berstatus janda.

Mengapa Dony tega berbuat sesadis itu ? Berdasar interogasi petugas, kasus tersebut berlatar belakang asmara. Dony cemburu mendengar informasi Sweetha berhubungan dengan pria lain, padahal informasi itu masih belum jelas. Anehnya, mengapa anak Sweetha yang tak tahu apa-apa malah menjadi korban ?

Melihat kronologinya, rasanya tepat bila Dony dijerat dengan pasal pembunuhan berencana sebagaimana diatur Pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana mati atau seumur hidup. Tindakan Dony sungguh kelewat sadis dan sama sekali tak mengenal perikemanusiaan. Indikasi pembunuhan berencana bisa dilihat antara lain dengan tindakan persiapan Dony sebelum menghabisi nyawa dua korbannya.

Baca Juga: Portugal Jaga Asa Lolos Piala Dunia 2022 Usai Kalahkan Turki 3-1

Dony juga sudah mempersiapkan untuk membuang jasad korban di bawah jembatan tol karena dianggap sepi. Apalagi, dia sudah memantau google map guna mencari tempat yang sepi dan tidak diketahui orang lain. Rasanya hukuman mati adalah hal yang pantas diterima Dony, apalagi ia telah menghilangkan dua nyawa.

Pelajaran penting dari kasus tersebut, hendaklah jangan terlalu percaya pada orang lain yang berpura-pura baik. Apalagi sampai menyerahkan anak kepada orang yang belum dikenalnya secara baik. Dony adalah contoh manusia biadab yang sama sekali tak mengenal belas kasihan sehingga tega menghabisi nyawa orang tak berdosa. (Hudono)

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Awas, paranormal gadungan beraksi di media sosial

Kamis, 1 Desember 2022 | 11:30 WIB

Waspadai maling di lokasi bencana gempa Cianjur

Selasa, 29 November 2022 | 10:55 WIB

Teladan Jayamahe

Selasa, 29 November 2022 | 09:15 WIB

Hidup seimbang dalam keridhaan Allah SWT

Senin, 28 November 2022 | 05:46 WIB

Bila warga miskin gantung diri, salah siapa ?

Jumat, 25 November 2022 | 10:00 WIB

Lagi-lagi pelajar bawa clurit, polisi harus tegas

Rabu, 23 November 2022 | 11:00 WIB

Pengguna jalan mau menangnya sendiri, ini akibatnya

Rabu, 23 November 2022 | 10:00 WIB
X