• Sabtu, 28 Mei 2022

Perkosa 12 Santriwati, Pelaku Diancam Hukuman Mati, Jaksa Diapresiasi, Komnas HAM Menolak

- Kamis, 13 Januari 2022 | 10:30 WIB
Ilustrasi (Dok Harian Merapi)
Ilustrasi (Dok Harian Merapi)



LANGKAH jaksa dari jajaran Kejaksaan Tinggi Jawa Barat yang menuntut hukuman mati terhadap Herry Wirawan yang diduga memperkosa 12 santriwatinya mendapat banyak pujian dari berbagai kalangan.

Bahkan jaksa tak hanya menuntut hukuman mati, melainkan juga menuntut hukuman tambahan berupa kebiri kimia. Selain itu jaksa menuntut agar Herry membayar restitusi atau kerugian kepada korban yang nilainya ratusan juga rupiah.

Kasus ini tergolong fenomenal, baik dari sudut pelaku maupun hukumannya. Karena itu masih tuntutan, maka putusan sepenuhnya diserahkan kepada hakim Pegadilan Negeri Bandung yang menyidangkan perkara tersebut.

Baca Juga: Ini Gaya Hidup Sehat Anya Geraldine

Bila dikabulkan, lantas bagaimana eksekusinya, terutama terkait dengan hukuman tambahan berupa kebiri kimia ?

Tentu tidaklah mungkin eksekusi mati terlebih dulu baru kemudian dikebiri. Tentu kebiri terlebih dulu, baru setelah itu eksekusi mati, bila memang dikabulkan hakim. Seperti diketahui, kebiri kimia bersifat sementara, bukan permanen.

Hukuman tersebut dipastikan akan membuat pelaku jera. Tapi jauh lebih penting menjadi pelajaran bagi orang lain untuk jangan coba-coba melakukan kekerasan seksual (perkosaan).

Baca Juga: Diet Aman dan Sehat, Begini Tips dari Ahli Gizi UGM

Tuntutan jaksa tergolong fenomenal karena sangat jarang kasus kekerasan seksual, termasuk perkosaan dituntut hukuman mati. Apapun vonisnya nanti, jaksa telah mengukir sejarah dengan menyusun tuntutan maksimal, karena tidak ada lagi hukuman yang lebih berat dibanding hukuman mati.

Bahkan, Komnas HAM sejauh ini tidak setuju dengan hukuman mati karena dinilai melanggar prinsip-prinsip penegakan HAM universal. Prinsipnya, hak hidup tak dapat dikurangi sekecil apapun oleh siapapun.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengembangan Sifat Bawaan Manusia

Jumat, 20 Mei 2022 | 06:03 WIB
X