• Selasa, 19 Oktober 2021

Heboh Kelainan Seks Oknum Dokter

- Rabu, 15 September 2021 | 16:17 WIB
ilustrasi (Dok-Merapi)
ilustrasi (Dok-Merapi)

AKSI oknum dokter yang satu ini sungguh keterlaluan. Sudah mengintip orang mandi, masih melakukan perbuatan yang menjijikkan dan merugikan orang lain. Oknum dokter tersebut adalah DP yang tinggal satu rumah kontrakan dengan korban. Kebetulan korban adalah istri teman sejawat DP, sama-sama dokter dan kontrak serumah di kawasan Gajahmungkur Semarang.

Entah dari mana awal kejadiannya, DP agaknya punya kebiasaan aneh, mengintip istri temannya, Ny Dwi (31) saat mandi. Tak hanya itu, setelah mengitip, DP, maaf, onani dan mencampurkan spermanya ke dalam makanan Ny Dwi. Perilaku aneh ini terbongkar setelah Ny Dwi merasa curiga karena rasa makannya tidak seperti biasanya, aneh.

Baca Juga: Berbekal Mobil Sewaan, Pria Pengangguran Ini Tipu 10 Janda di Semarang

Didorong rasa penasaran itulah Ny Dwi kemudian merekam situasi di ruang makan dengan iPad, hingga terbongkarlah kelakuan DP yang menjijikkan. Ny Dwi dan suaminya akhirnya lapor polisi dan DP pun diamankan dan disangka dengan Pasal 281 KUHP tentang kejahatan terhadap kesusilaan.

Kasus ini tergolong aneh, dan boleh jadi DP mengalami kelainan seksual, mulai dari tindakannya yang suka mengintip istri teman mandi hingga onani dan mencampur sperma ke dalam makanan korban. Untuk mengungkap kasus ini, polisi perlu meminta keterangan ahli, sehingga mendapat gambaran yang sesungguhnya, terutama terkait dengan motif DP melakukan tindakan yang tak terpuji itu.

Mengapa pula ia tega melakukan hal demikian pada istri temannya, yang notabene sama-sama tinggal di satu rumah kontrakan dan sang suami masih teman sejawat. Bagaimana akhir dari tragedi ini ? Masih belum bisa diprediksi, apakah tindakan DP juga akan berdampak pada profesinya sebagai dokter ?

Baca Juga: Janda Muda Terkecoh Dokter Gadungan

Jika tetap menjadi dokter, lantas apakah tidak membuat pasien, terutama kaum perempuan takut dan khawatir bila yang bersangkutan neko-neko ? Selain DP menjalani proses pidana, kiranya juga perlu dihadapkan pada sidang etik kedokteran, meskipun tindakannya di luar praktik medik. Atau, setidak-tidaknya, ada pemeriksaan kejiwaan terhadap DP, apakah ia memiliki kelainan jiwa atau seksual atau lainnya.

Ini penting dilakukan mengingat yang bersangkutan bekerja di ruang publik yang selalu bersentuhan dengan masyarakat luas. Jangan sampai tindakannya justru mencemarkan nama baik korps, sehingga atasan di institusi tempat ia bekerja perlu memanggil dan memeriksa yang bersangkutan. Semua ini dilakukan demi kepentingan yang lebih luas, yaitu masyarakat. (Hudono)

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Ini Hukumnya

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:30 WIB

Memburu Komplotan Sindikat Penyedia Jasa Kawin Kontrak

Minggu, 17 Oktober 2021 | 22:15 WIB

Pinjol Ilegal, Kenapa Baru Heboh Sekarang ?

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 20:22 WIB

Orang Kuat Adalah Orang yang Bisa Menahan Amarah

Rabu, 13 Oktober 2021 | 22:47 WIB

Buya Yahya: Mimpi Buruk Tidak Membahayakan Manusia

Rabu, 13 Oktober 2021 | 07:08 WIB
X