MUNGKIN ini modus baru, vape menjadi media untuk mengonsumsi narkoba. Bahkan Badan Nasional Narkotika (BNN) menyatakan rokok elektrik atau vape sebagai pintu masuk narkoba, ini fakta yang tidak terbantahkan. Padahal, seperti kita tahu, banyak remaja yang mengonsumsi vape. Celakanya, kita menganggapnya sebagai cara merokok yang aman.
Jika demikian, apa yang mesti kita lakukan ? Tentu saja mencegah jangan terjadi penyalahgunaan vape untuk konsumsi narkoba. Apalagi, dengan beraneka rasa dan aroma vape semakin mengaburkan terjadinya penyalahgunaan narkoba. Tak hanya aparat penegak hukum yang melakukan pencegahan, melainkan juga masyarakat. Artinya, ketika masyarakat menemukan hal mencurigakan, segera lapor ke aparat.
Harus kita akui, selama ini kita percaya bahwa vape adalah sarana yang efektif untuk berhenti merokok. Seolah-olah vape menjadi jalan keluar bagi mereka yang kecanduan rokok dan ingin berhenti. BNN menyebutnya cara itu sebagai sebuah ilusi yang tidak terbukti secara efektif. Alih-alih berhenti merokok, sebaliknya malah menjadi pintu masuk konsumsi narkoba.
Baca Juga: Jaga Kamtibmas Ramadan, Polres Sukoharjo Intensifkan Turun ke Masyarakat
Perang melawan narkoba memang terus digencarkan. Para pelaku kejahatan narkoba juga tidak akan berhenti untuk terus meracuni masyarakat, terutama generasi muda melalui berbagai cara. Modus peredarannya beragam, mulai dari mengemasnya ke dalam permen, hingga yang paling baru melalui rokok elektrik.
Dari aspek kesehatan sendiri, rokok elektrik tidak lebih sehat ketimbang rokok konvensional. Bahkan, para ahli menyebut bahayanya lebih besar ketimbang rokok konvensional. Nah, apalagi bila di dalamnya terkandung narkoba yang membuat konsumennya ketagihan. Modus baru ini harus diwaspadai, mumpung belum begitu merebak.
Berkaitan itu, perlu pengawasan, mulai dari hulu hingga ke hilir. Artinya distribusi vape pun harus diawasi, karena boleh jadi ada pihak yang sengaja menyalahgunakannya untuk kejahatan narkoba. Termasuk di Yogya, pengawasan harus diperketat, baik untuk distributor atau pengecer maupun pengguna.
Baca Juga: Jaga Kamtibmas Ramadan, Polres Sukoharjo Intensifkan Turun ke Masyarakat
Dalam pemberantasan narkoba, biasanya kita hanya fokus pada pengguna, padahal justru yang lebih penting distributornya, karena mereka mengedarkan ke mana-mana. Untuk memberantas penyalahgunaan narkoba memang butuh sinergi antara masyarakat dan penegak hukum. Penjahat akan selalu mencari celah untuk menghindari kejaran petugas. Inilah yang perlu mendapat perhatian serius, terutama partisipasi masyarakat untuk melapor. (Hudono)