Meneladani Semangat Kartini dalam Membangun Bahtera Keluarga

photo author
Tim HMcom01, Harian Merapi
- Sabtu, 18 April 2026 | 16:55 WIB
Ustadz Khamim Zarkasih Putro khutbah Jumat di Masjid Al-Ikhlas Kompleks RS dr. Soetarto, 17 April 2026 (Dok. Pribadi)
Ustadz Khamim Zarkasih Putro khutbah Jumat di Masjid Al-Ikhlas Kompleks RS dr. Soetarto, 17 April 2026 (Dok. Pribadi)

HARIAN MERAPI - Dr. Drs. H. Khamim Zarkasih Putro M. Si menjadi imam dan khatib dalam ibadah Shalat Jumat 17 April 2026 di Masjid Al-Ikhlas Kompleks RS dr. Soetarto (RS DKT), Gondokusuman, Kota Yogyakarta.

Dosen FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Ketua Dewan Pendidikan Kota Yogyakarta ini dalam khutbah mengambil tema ”Meneladani Semangat Kartini dalam Membangun Bahtera Keluarga.”

Empat hari ke depan bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini. Raden Ajeng Kartini, juga dikenal sebagai Raden Ayu Kartini (21 April 1879 – 17 September 1904), adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional IndonesiaKartini adalah seorang pejuang kemerdekaan dan kedudukan kaumnya, pada saat itu terutama wanita Jawa.

Baca Juga: Kemensos hadir untuk Azril, bantuan dan pendampingan diberikan usai kasus viral

Ia mempunyai tanggal lahir yang sama seperti dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat, yakni sama-sama lahir pada 21 April 1879.

Raden Ajeng Kartini adalah seorang Muslimah yang kritis dan rasional. Meskipun awalnya merasa Islam hanya warisan budaya yang kaku, pandangannya berubah setelah mempelajari makna Al-Qur'an (terutama Al-Fatihah dan Al-Baqarah: 257) melalui Kiai Saleh Darat, yang mendorongnya menghargai Islam sebagai ajaran kasih sayang dan pencerahan.

Setelah kematiannya, saudara perempuannya melanjutkan perjuangannya untuk mendidik anak perempuan dan perempuan. Surat-surat Kartini diterbitkan di sebuah majalah Belanda dan akhirnya, pada tahun 1911, menjadi karya: Habis Gelap Terbitlah Terang, Kehidupan Perempuan di Desa, dan Surat-Surat Putri Jawa.

Ulang tahunnya sekarang dirayakan di Indonesia sebagai Hari Kartini untuk menghormatinya, serta beberapa sekolah dinamai menurut namanya dan sebuah yayasan didirikan atas namanya untuk membiayai pendidikan anak perempuan bangsa Indonesia.

Baca Juga: 30 lansia peserta Pesantren Emas diwisuda saat Syawalan BMT Bina Ummah, begini harapan Pimpinan Dompet Dhuafa Yogyakarta

R.A. Kartini memandang pendidikan perempuan sebagai kunci kemandirian dan fondasi utama keluarga yang beradab. Perjuangan Kartini menekankan emansipasi yang tidak meninggalkan kodrat, melainkan meningkatkan kemampuan ibu sebagai pendidik pertama bagi anak-anak, yang berakar pada nilai-nilai keislaman dan peningkatan kecerdasan keluarga.

Berikut adalah poin-poin penting pandangan Kartini mengenai pendidikan dan keluarga:

Pertama, Ibu sebagai Pendidik Pertama: Kartini menegaskan bahwa perempuan harus berpendidikan karena mereka adalah pendidik pertama (madrasatul ula) bagi anak-anaknya. Pendidikan perempuan berbanding lurus dengan kualitas generasi penerus.

Kedua, Emansipasi dalam Islam: Perjuangan Kartini membebaskan perempuan dari ketidaktahuan didasarkan pada keinginan agar perempuan berilmu, mandiri, dan berkontribusi signifikan dalam keluarga maupun masyarakat.

Baca Juga: Suara kereta api dan live music terdengar saat menikmati bubur malam Mbah Pawiro, tersedia gembus hingga pisang goreng

Ketiga, Perbaikan Sistem Keluarga: Dalam pandangannya, pendidikan adalah alat untuk menciptakan keluarga yang harmonis, setara, dan bebas dari kebodohan serta kekerasan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Tujuh Indikator Kebahagiaan Hidup

Jumat, 17 April 2026 | 06:02 WIB

Hikmah Umrah dan Haji

Senin, 13 April 2026 | 07:00 WIB

Sepuluh Ciri Pendidikan Anak dalam Keluarga

Jumat, 10 April 2026 | 20:30 WIB

Dunia Lagi Susah, Prihatin?

Kamis, 9 April 2026 | 18:00 WIB

Sucikan Hati, Eratkan Silaturahmi

Senin, 6 April 2026 | 06:57 WIB

Pentingnya Hidup Berkeseimbangan

Jumat, 3 April 2026 | 19:52 WIB

Tiap Hari Syawalan, Jangan Lupa Nyawal

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:28 WIB
X