KEGIATAN kemah siswa SMP Muhammadiyah 1 Wates Kulonprogo di Bumi Perkemahan Secang Sendangsari Pengasih Kulonprogo tiba-tiba heboh, 6 siswa mengalami kesurupan. Ada yang tiba-tiba bernyanyi, menari dan berteriak-teriak. Itu terjadi saat berlangsung acara api unggun yang menandai berakhirnya kegiatan.
Untungnya, setelah ditangani ahli, keenam siswa yang mengalami kesurupan bisa pulih. Acara pun dibubarkan. Tentu ini pengalaman yang sangat berharga, khususnya bagi para guru pembimbing. Bahwa fenomena kesurupan bukanlah isapan jempol belaka, namun memang benar-benar bisa terjadi.
Ada yang berpendapat bahwa itu hanya fenomena psikologis, ada pula yang berpendapat mereka kerasukan jin. Mana yang benar, bisa keduanya benar atau gabungan dari keduanya. Apalagi, sebelumnya mereka menggelar tarian jathilan yang boleh jadi masih terbawa di alam pikiran siswa. Yang jelas, dan patut disyukuri, semua siswa yang mengikuti kemah selamat sampai rumah.
Baca Juga: Jelang Puncak Haji, PPIH Dirikan Pos Kesehatan Utama dan Satelit di Armina
Fenomena kesurupan atau trance sebenarnya bukan hal baru. Biasanya kesurupan menimpa orang yang pikirannya kosong, hilang konsentrasi dan tidak fokus. Sementara orang yang konsentrasi, fokus, apalagi terus berdoa, tak bisa diserang. Sebagai orang beriman tentu percaya ada jin atau makhluk halus. Mereka bisa saja merasuki manusia yang pikirannya kosong, tak pernah berdoa, melamun, dan sebagainya.
Menjadi sangat berbahaya bila orang yang kesurupan tiba-tiba lari ke jalan raya yang ramai kendaraan lalu lalang, sehingga rawan kecelakaan. Itulah yang harus diantisipasi. Orang yang kesurupan, berarti tidak mampu mengontrol diri, sehingga tak menyadari apa yang dilakukannya. Atau bisa saja tiba-tiba, karena tak bisa mengontrol, orang tersebut lari tunggang langgang hingga tak menyadari ada jurang di depannya.
Namun, pendapat yang selama ini paling kuat, kesurupan lebih diartikan sebagai orang yang kemasukan jin, lantaran tidak berdoa, tidak fokus dan hilang konsentrasi serta banyak melamun. Kondisi tersebut bisa dilawan dengan melakukan kegiatan positif, yakni berdoa atau berdiskusi (tukar pikiran) sehingga pikiran tidak kosong.
Baca Juga: Lagi Polresta Banyumas Temukan Tiga Kerangka Bayi, Diduga Korban Aborsi
Umumnya orang yang kesurupan akan dipanggilkan orang pintar untuk mengobati, padahal bisa saja disembuhkan dengan doa-doa. Kalau orang Islam akan dibacakan Surat Al Fatihah dan ayat Kursi. Kemudian orang yang kesurupan itu biasanya diberi air putih yang sudah didoakan. Dengan cara demikian, orang tersebut pulih kembali. (Hudono)