PENJAMBRET agaknya tak pilih-pilih sasaran. Begitu ada kesempatan, pelaku beraksi merampas barang korban. Ini pula yang dialami dua siswi SMP di Paliyan Gunungkidul beberapa hari lalu. Mereka, yakni SRT (13) dan RSN (13), telah diperdaya oleh pelaku yang berpura-pura menanyakan alamat. Kedua korban tak menaruh curiga sedikitpun, bahkan mempersilakan pelaku jalan bersama karena satu arah.
Anehnya, di tengah jalan pelaku mengajak ke suatu tempat untuk berfoto di kawasan Kali Giring. Lebih aneh lagi, kedua siswi itu menuruti keinginan pelaku. Hingga kemudian pelaku meminta HP kedua siswi tersebut dengan alasan hendak mengisi saldo aplikasi dana. Setelah itu pelaku beralasan hendak mengambil kunci sepeda motor yang ternyata malah kabur.
Merasa menjadi korban penipuan dan penjambretan, kedua siswi SMP itu mengejar pelaku, namun apes mereka terjatuh hingga pelaku kabur. Kasus ini telah ditangani aparat kepolisian setempat. Entahlah, mengapa RST dan RSN percaya begitu saja omongan pelaku, hingga akhirnya mereka mengalami kerugian jutaan rupiah karena HP dibawa kabur.
Baca Juga: Pemegang Saham BBRI Dapat Kado di Awal Tahun, Terima Dividen Interim Rp20,6 Triliun pada 15 Januari
Modus yang dilancarkan pelaku sebenarnya tergolong konvensional, yakni menanyakan alamat. Modus seperti ini sering digunakan penjahat untuk mengalihkan perhatian korban. Ketika perhatian korban sudah teralihkan, jurus selanjutnya pelaku meminjam HP korban dengan alasan mau transfer dana dan sebagainya. Anehnya, korban tidak melakukan perlawanan apapun ketika HP berpindah tangan.
Bagaimana mungkin mereka menyerahkan HP kepada orang yang tidak dikenalnya ? Apakah pelaku menggunakan gendam ? Masih perlu didalami. Yang jelas pelaku mencoba mempengaruhi korban agar tidak fokus atau konsentrasi. Begitu HP dibawa kabur barulah mereka sadar telah diperdaya pelaku. Polisi masih mengejar pelaku. Tentu ini pun belum menjamin barang korban akan kembali.
Lantas, apa yang mestinya dilakukan agar tidak menjadi korban penjambretan atau penipuan ? Tentu meningkatkan kewaspadaan. Begitu ada orang menanyakan alamat, harus fokus jangan sampai merembet ke mana-mana. Sebab, penjahat menanyakan alamat hanyalah untuk mengulur-ulur waktu agar bisa lebih leluasa merampas harta korban.
Baca Juga: Bongkar Bangunan Lama, Pemkab Sukoharjo Siapkan Lahan Pujasera
Anak sekarang mestinya lebih kritis, tidak gampang percaya pada orang lain. Kalau perlu orang tersebut difoto agar kalau ada apa-apa mudah mengidentifikasi. Namanya penjahat, mudah bagi mereka untuk bersandiwara layaknya wisatawan yang mengaku datang dari jauh, yang nyata-nyata hendak mengambil keuntungan dari korbannya. (Hudono)