Heroik, siswi SMP di Gunungkidul kejar jambret, begini kronologinya

photo author
Hudono, Harian Merapi
- Kamis, 15 Januari 2026 | 12:30 WIB
Ilustrasi: tersangka jambret diamankan Polres Temanggung. ( Arif Zaini Arrosyid)
Ilustrasi: tersangka jambret diamankan Polres Temanggung. ( Arif Zaini Arrosyid)

PENJAMBRET agaknya tak pilih-pilih sasaran. Begitu ada kesempatan, pelaku beraksi merampas barang korban. Ini pula yang dialami dua siswi SMP di Paliyan Gunungkidul beberapa hari lalu. Mereka, yakni SRT (13) dan RSN (13), telah diperdaya oleh pelaku yang berpura-pura menanyakan alamat. Kedua korban tak menaruh curiga sedikitpun, bahkan mempersilakan pelaku jalan bersama karena satu arah.

Anehnya, di tengah jalan pelaku mengajak ke suatu tempat untuk berfoto di kawasan Kali Giring. Lebih aneh lagi, kedua siswi itu menuruti keinginan pelaku. Hingga kemudian pelaku meminta HP kedua siswi tersebut dengan alasan hendak mengisi saldo aplikasi dana. Setelah itu pelaku beralasan hendak mengambil kunci sepeda motor yang ternyata malah kabur.

Merasa menjadi korban penipuan dan penjambretan, kedua siswi SMP itu mengejar pelaku, namun apes mereka terjatuh hingga pelaku kabur. Kasus ini telah ditangani aparat kepolisian setempat. Entahlah, mengapa RST dan RSN percaya begitu saja omongan pelaku, hingga akhirnya mereka mengalami kerugian jutaan rupiah karena HP dibawa kabur.

Baca Juga: Pemegang Saham BBRI Dapat Kado di Awal Tahun, Terima Dividen Interim Rp20,6 Triliun pada 15 Januari

Modus yang dilancarkan pelaku sebenarnya tergolong konvensional, yakni menanyakan alamat. Modus seperti ini sering digunakan penjahat untuk mengalihkan perhatian korban. Ketika perhatian korban sudah teralihkan, jurus selanjutnya pelaku meminjam HP korban dengan alasan mau transfer dana dan sebagainya. Anehnya, korban tidak melakukan perlawanan apapun ketika HP berpindah tangan.

Bagaimana mungkin mereka menyerahkan HP kepada orang yang  tidak dikenalnya ? Apakah pelaku menggunakan gendam ? Masih perlu didalami. Yang jelas pelaku mencoba mempengaruhi korban agar tidak fokus atau konsentrasi. Begitu HP dibawa kabur barulah mereka sadar telah diperdaya pelaku. Polisi masih mengejar pelaku. Tentu ini pun belum menjamin barang korban akan kembali.

Lantas, apa yang mestinya dilakukan agar tidak menjadi korban penjambretan atau penipuan ? Tentu meningkatkan kewaspadaan. Begitu ada orang menanyakan alamat, harus fokus jangan sampai merembet ke mana-mana. Sebab, penjahat menanyakan alamat  hanyalah untuk mengulur-ulur waktu agar bisa lebih leluasa merampas harta korban.

Baca Juga: Bongkar Bangunan Lama, Pemkab Sukoharjo Siapkan Lahan Pujasera

Anak sekarang mestinya lebih kritis, tidak gampang percaya pada orang lain. Kalau perlu orang tersebut difoto agar kalau ada apa-apa mudah mengidentifikasi. Namanya penjahat, mudah bagi mereka untuk bersandiwara layaknya wisatawan yang mengaku datang dari jauh, yang nyata-nyata hendak mengambil keuntungan dari korbannya. (Hudono)

   

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Menjaga kebersihan hati

Jumat, 17 April 2026 | 17:00 WIB

Tujuh Indikator Kebahagiaan Hidup

Jumat, 17 April 2026 | 06:02 WIB

Delapan golongan manusia yang dicintai Allah SWT

Rabu, 15 April 2026 | 17:00 WIB

Zaman Edan, dan Ruh yang Mencari Jalan Pulang

Rabu, 15 April 2026 | 16:10 WIB

Relaksasi dan Kompetensi WPOP di Era Coretax

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB

Hikmah haji dan umrah

Selasa, 14 April 2026 | 17:00 WIB

Al-Quran tentang keutamaan bekerja keras

Senin, 13 April 2026 | 17:00 WIB

Guyub-Rukun demi Kedamaian

Senin, 13 April 2026 | 13:00 WIB

Hikmah Umrah dan Haji

Senin, 13 April 2026 | 07:00 WIB

Sepuluh Ciri Pendidikan Anak dalam Keluarga

Jumat, 10 April 2026 | 20:30 WIB

Keutamaan sifat itsar dalam Al-Quran dan Al-Hadits

Jumat, 10 April 2026 | 17:00 WIB
X