Hati-hati ketika wisatawan masuk zona bahaya

photo author
Hudono, Harian Merapi
- Rabu, 14 Januari 2026 | 12:00 WIB
Pengamanan Tim SAR Pantai Selatan Gunungkidul agar tidak terjadi lagi kecelakaan laut terseret ombak.  (Bambang Purwanto)
Pengamanan Tim SAR Pantai Selatan Gunungkidul agar tidak terjadi lagi kecelakaan laut terseret ombak. (Bambang Purwanto)

LIBUR Natal dan Tahun Baru (Nataru), pelaku wisata  menyambut kedatangan pengunjung dari berbagai daerah, bukan hanya lokal DIY, melainkan juga Nusantara. Dari sejumlah destinasi, wisata alam seperti pantai dan perbukitan menjadi daya tarik tersendiri. Berkaitan itulah pelaku wisata mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, termasuk antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya bencana.

Beberapa hari lalu, seorang santri dari Karanganyar, Jateng, M Ilham Saputra (17)  mengalami kecelakaan laut saat mandi di Pantai Parangtritis, Kretek Bantul. Ia nekat mandi di zona berbahaya, sehingga terseret arus. Beruntung petugas SAR sigap dan berhasil menyelamatkan Ilham. Bisa dibayangkan bila Tim SAR datang terlambat, entah bagaimana nasib Ilham.

Untuk kesekian kalinya Pantai Parangtritis menelan korban, bersyukur Ilham selamat karena pertolongan cepat datang. Ini tentu menjadi pelajaran penting bagi siapapun untuk menaati rambu-rambu larangan mandi di laut seperti di Pantai Parangtritis. Dalam kasus ini, sudah jelas Ilham melanggar rambu larangan mandi di laut. Mengapa ini bisa terjadi ?

Baca Juga: Bersihkan Ranting, Warga Trihanggo Terjatuh dari Atap Rumah

Boleh jadi, pengunjung pantai, seperti Ilham melihat ombak Parangtritis landai sehingga aman untuk mandi. Namun yang bersangkutan tidak tahu bahwa di zona larangan itu ada arus besar di bawah permukaan laut. Sehingga, begitu pengunjung masuk arus, ia akan terseret ke tengah yang kemudian masuk ke palung laut dan sulit untuk melepaskan diri.

Beruntungnya, Ilham belum sampai terbawa ke tengah sehingga masih terjangkau Tim SAR dan berhasil diselamatkan. Dengan kejadian itu, Ilham mestinya kapok dan tidak lagi mengulangi aktivitas yang membahayakan keselamatannya. Bahkan, orang bisa berenang sekalipun, belum tentu bisa melepaskan diri dari arus kuat Parangtritis. Karenanya sudah tepat bila pengelola destinasi wisata Pantai Parangtritis memasang papan larangan mandi di laut.

Keselamatan nyawa tentu harus menjadi prioritas. Jangan sampai hanya karena sikap toleran, membiarkan orang berenang di zona bahaya, tapi nyawa tidak selamat. Dengan demikian, sudah mulai dipertimbangkan tindakan tegas terhadap mereka yang nekat mandi di laut, apalagi di zona berbahaya.

Baca Juga: Catatkan 24 Kemenangan, 4 Imbang, dan 6 Kekalahan, Xabi Alonso Tinggalkan Real Madrid dengan Kepala Tegak

Kalau perlu, seret mereka secara paksa demi keselamatan jiwa. Nyawa manusia adalah segalanya. Sudah terlalu banyak nyawa melayang terseret ombak di Pantai Parangtritis. Kini, saatnya tak ada toleransi kepada mereka yang nekat mandi di laut. (Hudono)

   

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sepuluh cara menjaga persaudaraan sejati

Sabtu, 18 April 2026 | 17:00 WIB

Menjaga kebersihan hati

Jumat, 17 April 2026 | 17:00 WIB

Tujuh Indikator Kebahagiaan Hidup

Jumat, 17 April 2026 | 06:02 WIB

Delapan golongan manusia yang dicintai Allah SWT

Rabu, 15 April 2026 | 17:00 WIB

Zaman Edan, dan Ruh yang Mencari Jalan Pulang

Rabu, 15 April 2026 | 16:10 WIB

Relaksasi dan Kompetensi WPOP di Era Coretax

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB

Hikmah haji dan umrah

Selasa, 14 April 2026 | 17:00 WIB

Al-Quran tentang keutamaan bekerja keras

Senin, 13 April 2026 | 17:00 WIB

Guyub-Rukun demi Kedamaian

Senin, 13 April 2026 | 13:00 WIB

Hikmah Umrah dan Haji

Senin, 13 April 2026 | 07:00 WIB
X