Kasus pembunuhan sopir taksi di Bantul sangat sadis, ini motifnya

photo author
Hudono, Harian Merapi
- Minggu, 11 Mei 2025 | 10:00 WIB
ilustrasi police line (dok harianmerapi.com)
ilustrasi police line (dok harianmerapi.com)

KASUS pembunuhan seorang sopir taksi online, Juremi (50), di Tamanan Wetan Banguntapan Bantul sangat sadis. Pelakunya adalah YA (30), warga Probolinggo, Jawa Timur. YA tega menghabisi korbannya dengan cara sangat sadis, yakni memukul kepala dengan palu hingga 15 kali, hingga korban tak sadarkan diri dan berakhir dengan kematian.

Lebih sadis lagi, saat dipukul kepalanya tiga kali, korban sempat pingsan kemudian siuman. Saat siuman itulah pelaku memukul lagi korban bertubi-tubi. Bahkan, korban sempat melihat tersangka hingga membuat tersangka takut dan kabur.

Aksi ini sungguh kelewat sadis, dan hanya mungkin dilakukan oleh orang yang tidak punya rasa kemanusiaan sedikitpun. Padahal, pelaku punya kesempatan menghentikan aksinya ketika korban pingsan, bukan malah memukul lagi saat korban siuman. Dari peristiwa yang diperagakan di depan Mapolres Bantul kemarin, nampak bahwa pelaku memang punya niatan menghabisi nyawa korbannya.

Baca Juga: Ramalan zodiak Capricorn dalam sepekan berlaku mulai Minggu 11 Mei 2025, kesampingkan keraguan dan ungkapkan perasaan Anda

Mengapa pelaku perlu dihukum berat, bahkan pidana mati ? Karena ada indikasi kuat tindakan tersebut (menghabisi nyawa korbannya) telah direncanakan. Itu terlihat dari tindakan YA yang membeli palu untuk menghabisi nyawa korban.

Dengan kata lain, tindakan pembunuhan itu memang telah dipersiapkan, sehingga lebih tepat mengarah pada pembunuhan berencana sebagaimana diatur Pasal 340 KUHP. Tindakan tersebut diancam pidana mati atau penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun.

Wajar bila keluarga Juremi menuntut keadilan dan meminta aparat penegak hukum menerapkan hukuman yang berat kepada pelaku, yakni hukuman mati. Pelaku yang berdalih melakukan pembunuhan karena alasan ekonomi, masih perlu didalami.

Baca Juga: Ramalan zodiak Sagitarius dalam sepekan berlaku mulai Minggu 11 Mei 2025, komunikasikan hal-hal kecil di awal minggu

Kalau hanya bermotif ekonomi, mengapa harus membunuh korbannya ? Tokh saat itu korban sudah tidak berdaya ketika dihantam palu hingga tiga kali. Namun, melihat kondisi itu, pelaku bukannya iba, malah kembali memukul bertubi-tubi di bagian tengkuk hingga kening.

Melihat fakta demikian, hukuman mati pun rasanya belum adil, mengingat tindakan pelaku sudah jauh melampaui batas-batas kemanusiaan. Namun di Indonesia tak ada lagi hukuman yang jauh lebih berat ketimbang hukuman mati.

Mengingat sadisnya aksi pelaku, tak cukup hanya keluarga atau kerabat korban yang mengawal kasus ini, namun juga masyarakat. Masyarakat harus mengawal penanganan kasus ini hingga hukum benar-benar ditegakkan dan memenuhi rasa keadilan, termasuk yang dirasakan keluarga korban. (Hudono)

  

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sepuluh cara menjaga persaudaraan sejati

Sabtu, 18 April 2026 | 17:00 WIB

Menjaga kebersihan hati

Jumat, 17 April 2026 | 17:00 WIB

Tujuh Indikator Kebahagiaan Hidup

Jumat, 17 April 2026 | 06:02 WIB

Delapan golongan manusia yang dicintai Allah SWT

Rabu, 15 April 2026 | 17:00 WIB

Zaman Edan, dan Ruh yang Mencari Jalan Pulang

Rabu, 15 April 2026 | 16:10 WIB

Relaksasi dan Kompetensi WPOP di Era Coretax

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB

Hikmah haji dan umrah

Selasa, 14 April 2026 | 17:00 WIB

Al-Quran tentang keutamaan bekerja keras

Senin, 13 April 2026 | 17:00 WIB

Guyub-Rukun demi Kedamaian

Senin, 13 April 2026 | 13:00 WIB

Hikmah Umrah dan Haji

Senin, 13 April 2026 | 07:00 WIB
X