• Kamis, 23 September 2021

Salut, Kapolsek Pakem Borong Dagangan PKL yang Dipaksa Tutup

- Senin, 19 Juli 2021 | 06:22 WIB
18razia
18razia


PAKEM (MERAPI)- Personel Polsek Pakem bersama TNI dan Pemerintah Kaponawen Pakem menertibkan pedagang angkringan dan gorengan yang berjualan hingga melebihi pukul 20.00, sebagai penegakan aturan PPKM darurat, Sabtu (17/7) malam. Namun, pedagang tak harus pulang dengan tangan hampa. Sebab semua dagangan mereka diborong Kapolsek Pakem sebelum ditertibkan.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Pakem Kompol Nuning Sukarminingsih SH, MH. Sasaranya adalah pedagang gorengan dan angkringan yang buka hingga di atas pukul 20.00 WIB.
"Kami melakukan penertiban tersebut secara simpatik dan humanis," ujar Kompol Nuning. Dia menjelaskan, sebelum melakukan penertiban, petugas memberikan edukasi kepada para pedagang agar mematuhi jam malam selama PPKM darurat sebagai upaya untuk mencegah penyebaran COVID-19.
Dalam hal ini, petugas meminta para pedagang untuk segera menutup tempat jualannya pada pukul 20.00 WIB. Setelah memberikan edukasi, petugas langsung mempersilakan para pedagang ini untuk menutup tempat jualannya.

"Kami minta para pedagang itu agar segera kembali ke rumah masing-masing. Dan mereka bisa memahami peraturan itu," kata Kompol Nuning, Minggu (17/7).
Akan tetapi, sebelum para pedagang diminta untuk menutup tempat jualannya, Kompol Nuning terlebih dahulu memborong semua berbagai jenis makanan yang belum terjual sebagai kompensasi dari penutupan tersebut.
Makanan yang dibeli Kapolsek itu selanjutnya diberikan kepada sejumlah warga yang terdampak PPKM darurat. Masyarakat pun terlihat senang menerima nasi yang dibagikan oleh petugas kepolisian tersebut.
"Para pedagang ini banyak yang mengeluh kalau pukul 20.00 WIB, harus tutup. Karena daganganya masih banyak. Tapi setelah kita beri pemahaman, mereka menerima dan membuka mau berjualan lebih awal," kata Kompol Nuning.

Kompol Nuning menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dalam rangka mendisiplinkan masyarakat untuk mematuhi ketentuan yang diatur dalam PPKM darurat. Sehingga dapat memutus penyebaran Covid-19.
Dengan demikian, sambung Kompol Nuning masyarakat yang terdampak PPKM darurat memahami dan mengerti esensi dari pelaksanaan kebijakan tersebut. Yang mana mengurangi mobilitas masyarakat.

"Saya ingin Kaponawen Pakem ini menjadi zona hijau. Sehingga aktivitas masyarakat bisa normal kembali, sehingga perekonomian juga membaik," harapnya.
Sementara salah seorang pedagang gorengan di wilayah Pakem mengaku senang karena sisa dagangannya diborong polisi. Rencananya uang tersebut akan digunakan untuk tambahan modal usahanya.(Shn)

Editor: admin_merapi

Terkini

Korban Tenggelam di Palabuhanratu Masih Dicari Tim SAR

Rabu, 22 September 2021 | 06:04 WIB

Ditampar Suami 3 Kali, Istri Nekat Lapor Polisi

Selasa, 21 September 2021 | 22:21 WIB
X