Ritual Usir Gendruwo, Tenggelamkan Anak ke Bak Mandi Atas Saran Dukun

- Rabu, 19 Mei 2021 | 08:09 WIB
18rumah
18rumah

TEMANGGUNG (MERAPI)- Polisi masih mengembangkan kasus ritual pengusiran genderuwo yang menewaskan seorang bocah warga Dusun Poponan Desa Bejen, Kabupaten Temanggung, Ais (7). Penyidik menduga, kedua orangtua korban dipengaruhi seorang dukun untuk melakukan ritual agar menenggelamkan anaknya di dalam bak mandi hingga tewas.
Kapolres Temanggung AKDP Benny Setyowadi kepada wartawan, Selasa (18/5)mengatakan anak perempuan di bawah umur, Ais yang ditemukan meninggal dalam kamar di sebuah rumah di Dusun Poponan Desa Bejen, Kabupaten Temanggung, diduga korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)
"Hasil penyidikan diduga Ais (7) merupakan korban kekerasan dalam rumah tangga dan sampai Senin malam kepolisian masih melakukan pemeriksaan pada empat warga," kata AKBP Benny Setyowadi.

Benny mengatakan 4 orang yang diamankan untuk dimintai keterangan masing-masing Mar (42) dan Suw (38), yang merupakan orangtua korban, dan dua warga lain, Har (56) warga Dusun Saren Desa Bejen dan Bud (43) warga Dusun Demangan Desa Bejen.
Dia mengemukakan dugaan sementara kasus tersebut berawal atas pengaruh bujuk rayu dari Har (56) yang dikenal sebagai supranaturalis atau dukun. Har meminta Mar (42) dan Suw (38) bersama Bud untuk melihat kondisi Ais yang diyakini pada saat itu nakal karena pengaruh makhluk gaib sehingga perlu diruwat.
"Ruwat tersebut bentuknya anak ditenggelamkan dalam air kemudian diangkat. Itu motif sementara," katanya. Dia mengatakan kejadian ruwatan tersebut terjadi sekitar Januari, atau 4 bulan sebelum jasad ditemukan Minggu (16/5) malam.
Dia menyampaikan untuk saksi-saksi kebanyakan warga dari Desa Bejen dan penyidik sedang melakukan kegiatan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara lebih tuntas. "Mudah-mudahan nanti ada perkembangan lebih lanjut," katanya.

Dia mengatakan polisi telah mempersiapkan pasal pada empat warga pada kasus itu, yakni UU nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak Pasal 76 huruf C dan Pasal 80. Kemudian subsider Pasal 44 UU nomor 23 tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun atau denda Rp 3 miliar.
Seperti diberitakan, seorang anak di bawah umur, Ais (7) warga Dusun Paponan, Bejen, Temanggung ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya, Minggu (16/5) malam. Dia diketahui tewas empat bulan silam dengan ditenggelamkan di bak mandi oleh kedua orangtuanya.
Orangtua korban percaya menenggelamkan korban sebagai rangkaian ritual usir gendruwo yang merasuk ke tubuhnya. Keduanya dibantu oleh dukun supranaturalis.(Osy)

Editor: admin_merapi

Terkini

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda Kembali Erupsi

Kamis, 26 Januari 2023 | 08:00 WIB
X