• Senin, 27 Juni 2022

FPI DIY Turunkan Plang Disaksikan Polisi

- Sabtu, 2 Januari 2021 | 09:46 WIB
01fpi
01fpi

SLEMAN (MERAPI)- Keputusan pemerintah melarang semua aktivitas organisasi kemasyarakatan Front Pembela Islam (FPI) disikapi anggota Polda DIY dengan menurunkan tiga papan bertuliskan FPI di Gamping, Sleman, Jumat (1/12). Bahkan penurunan lambang FPI dilakukan langsung oleh ketua FPI Yogya, Bambang Tedy.
"Saat ini diturunkan yang di Gamping, dilakukan oleh Pak Bambang Tedy dengan didampingi Polsek Gamping," ucap Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto SIK kepada wartawan kemarin. Dia menjelaskan, FPI DIY sudah lama vakum. Setelah adanya keputusan pemerintah tentang pelarangan FPI, pihak Polsek Gamping kemudian berinisiatif menghubungi FPI DIY.

"FPI DIY sudah lama vakum. Plangnya masih berdiri di Gamping. Hari ini diturunkan," kata Yuliyanto.
Yuli menjelaskan ada tiga titik yang menjadi lokasi penertiban atribut FPI di Gamping. "Ada papan nama plat besi penunjuk arah bertulis Markas Besar FPI, papan nama bertulis FPI DIY, dan papan berbentuk rambu bertulis Markas Besar FPI," sebutnya.
Penurunan plang itu, kata Yuli, dilakukan oleh pihak Bambang Tedy yang merupakan Ketua FPI DIY dengan didampingi oleh polisi.
Larangan FPI ini sesuai Maklumat Kapolri Nomor Mak/1/I/2021 tentang Kepatuhan Terhadap Larangan Kegiatan, Penggunaan Simbol dan Atribut, serta Penghentian Kegiatan (FPI). Tiga poin Maklumat, yakni masyarakat agar tidak terlibat baik mendukung dan memfasilitasi kegiatan serta menggunakan simbol dan atribut FPI.

Kedua, Kapolri mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan kepada aparat yang berwenang apabila menemukan kegiatan, simbol dan atribut FPI serta tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum. Untuk menertibkan atribut FPI, mengedepankan Satpol PP yang didukung sepenuhnya oleh TNI-Polri. Kapolri menekankan masyarakat agar tidak mengakses, mengunggah, dan menyebarluaskan konten terkait FPI.
"Penyebaran baik melalui situs web maupun media sosial. Kita akan mensosialisasikan Maklumat Kapolri ini kepada internal Kepolisian dan masyarakat, sekaligus melaksanakannya," katanya.

Maklumat Kapolri merujuk Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor 220-4780 Tahun 2020, Nomor M.HH-14.HH.05.05 Tahun 2020, Nomor 690 Tahun 2020, Nomor 264 Tahun 2020, Nomor KB/3/XII/2020, dan Nomor 320 Tahun 2020 tentang Larangan Kegiatan, Penggunaan Simbol dan Atribut, serta Penghentian Kegiatan FPI.(Shn)

Editor: admin_merapi

Terkini

X