KKN UMY usung tema Pemilu dan Kebangkitan Ekonomi Indonesia, begini harapan ketua Bawaslu DIY

photo author
Sulistyanto, Harian Merapi
- Jumat, 5 Januari 2024 | 11:00 WIB
Rangkaian seremoni penerjunan KKN UMY 2024 yang dilaksanakan di Lantai Dasar Masjid KH Ahmad Dahlan UMY.  (Foto: Dok.Panitia)
Rangkaian seremoni penerjunan KKN UMY 2024 yang dilaksanakan di Lantai Dasar Masjid KH Ahmad Dahlan UMY. (Foto: Dok.Panitia)



HARIAN MERAPI – Tak lama lagi akan dilaksanakan pesta demokrasi atau Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, sehingga kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengususng tema, Pemilu dan Kebangkitan Ekonomi Indonesia.

Adapun rangkaian seremoni penerjunan KKN UMY 2024 dilaksanakan di Lantai Dasar Masjid KH Ahmad Dahlan UMY, Kamis (4/1/2024) lalu, dengan jumlah peserta KKN 1.605 mahasiswa.

Hadir dalam kegiatan tersebut, misalnya Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Drs Muhammad Nadjib MSi serta Rektor UMY, Prof Dr Ir Gunawan Budianto MP IPM ASEAN Eng.

Baca Juga: Uji KIR Kendaraan Mulai Digratiskan di Kota Yogyakarta, Berikut Cara Pendaftarannya Lewat Aplikasi JSS

Dalam pengarahannya, Nadjib antara lain menjelaskan, hadirnya mahasiswa KKN di masyarakat, terlebih menjelang atau saat ada Pemilu sangat dibutuhkan. Misalnya, bisa berperan mengedukasi masyarakat agar paham betul Pemilu yang baik dan benar itu seperti apa.

Dengan kata lain, keterlibatan masyarakat dalam Pemilu 2024 sangat dibutuhkan, sebab tak bisa hanya menggantungkan Bawaslu saja, yakni setiap desa atau kelurahan terdapat satu orang pengawas.

“Di setiap desa atau kelurahan, nanti hanya ada satu orang pengawas. Kira-kira mampu tidak mengawasi pelanggaran pemilu? Tentu tidak bisa kalau hanya sendiri dan butuh keterlibatan banyak pihak termasuk masyarakat,” paparnya.

Baca Juga: Siapkan Payung dan Mantel, DIY Masih Diguyur Hujan Lebat Hari Ini

Dengan demikian, lanjut Nadjib, peran berbagai lapisan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mendukung pengawasan yang ada di masing-masing desa/kelurahan.

Suatu hal disyukuri, jika ada mahasiswa KKN dari perguruan tinggi seperti UMY bisa berkolaborasi dengan pengawas desa/kelurahan maupun pengawas di level kecamatan.

Misalnya, untuk merancang program pengawasan partisipatif, sebab kerja pengawasan Pemilu termasuk kerja kolaboratif. Artinya pula, jika mahasiswa KKN saja juga terlalu berat, kalau tanpa berkolaborasi dengan lembaga resmi pengawas Pemilu.

Selain itu, Nadjib juga mengklaim bahwa Bawaslu telah menawarkan sebuah program yang disebut ‘kampung digital pengawasan partisipatif’. Program ini pun bisa dijalankan mahasiswa KKN UMY.

Baca Juga: Penalti Gundogan Menangkan Barcelona atas Las Palmas 2-1, Naik Peringkat Tiga Klasemen La Liga

“Cukup berbasis pada smartphone yang dimiliki setiap mahasiswa, antara lain bisa untuk mendayagunakan seluruh pemuda di desa atau kelurahan untuk aktif mengawasi Pemilu lewat smartphone,” terangnya.

Ditambahkan pula oleh ketua Bawaslu DIY, KKN yang dilaksanakan mahasiswa UMY bersamaan pula dalam masa-masa kampanye. Sehingga sangat mungkin pula terjadi banyak potensi pelanggaran yang dapat terlihat oleh masyarakat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X