Baca Juga: Tips Memasak Nasi dari Beras Merah Agar Tetap Pulen
“Antara lain dapat digunakan sebagai pestisida dan pupuk organik, sehingga akan berpeluang mengurangi biaya pengeluaran para petani ketika budidaya tanaman seperti padi dan palawija,” urainya.
Suatu hal menggembirakan lagi, sebut Maryanto, dalam rangkaian PkM tersebut, para petani juga diajak untuk mengunjungi berbagai fasilitas laboratorium yang dimiliki Prodi Agroteknologi UMBY.
Misalnya, laboratorium Ilmu Tanah, Biologi, Kimia, Benih, Bioteknologi, Agronomi hingga laboratorium Pengendalian Hama Terpadu (PHT).
“Kami menjadi lebih mengenal berbagai peralatan yang sering digunakan untuk melakukan berbagai analisis permasalahan pertanian,” jelasnya.
Baca Juga: Dokter Qory Bakal Cabut Laporan KDRT, Polres Bogor: Proses Hukum Tetap Bergulir
Suatu pengalaman penting pula, lanjut Maryanto, ia dan rakan-rekannya juga dapat melihat suatu penyakit tanaman melalui mikroskop Olympus CX 23.
Sehingga penyakit tanaman yang biasanya dilihat oleh petani melalui gejala fisik di lapangan, secara nyata dapat dilihat melalui mikroskopis.
“Ilmu, wawasan dan pengalaman yang kami peroleh ketika mengikuti PkM di Prodi Agroteknologi Fakultas Agroindustri UMBY sangat bermanfaat,” tandas Maryanto.*