Kasus pemalsuan nilai ijazah, permohonan PK ditolak MA, Erika mengaku lega

- Rabu, 30 November 2022 | 08:50 WIB
Ny Erika Handriati (tengah) menunjukkan barang bukti. (Foto: Samento Sihono)
Ny Erika Handriati (tengah) menunjukkan barang bukti. (Foto: Samento Sihono)


HARIAN MERAPI - Setelah melalui proses panjang, Ny Erika Handriati kini bisa bernapas lega. Pasalnya, Majelis Hakim Mahkamah Agung (MA) menolak Peninjauan Kembali (PK) terdakwa Supriyanto atas perkara yang dilaporkan.

Sebelumya, Erika melaporkan terkait pemalsuan nilai ijazah yang dilakukan Supriyanto selaku bendahara Yogyakarta Independent School (YIS). Namun Majelis hakim menolak PK yang dilakukan oleh Supriyanto.

"Sebelumnya di kasasi kita menang dan MA memutuskan terbukti bersalah dan dihukum enam bulan," kata Erika dalam keterangan presnya, Selasa (29/11/2022).

Baca Juga: Kasus Ijazah Palsu, Pelaku Merasa Tak Bersalah dan Sebut Ada Perampokan Keadilan

Menurutnya, dua mata pelajaran tersebut diajarkan setelah kasus mencuat, dalam putusan kasasi. Di mana YIS telah terbukti melakukan tindak pidana pemalsuan nilai mata pelajaran (mapel) pendidikan agama dan PPKn.

"Dua mapel itu tidak diajarkan tapi nilainya ada di ijazah, itu nilai palsu karena tidak ada mata pelajarannya. Pada dasarnya nilai rapot itu harus sama yang ada di ijazah," jelasnya.

Lanjut Erika, dengan bekal vonis Peninjauan Kembali, dirinya telah melayangkan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) di Pengadilan Negeri Sleman. Saat ini gugatan tersebut tengah bergulir di PN Sleman.

Baca Juga: Soal keaslian ijazah Presiden Joko Widodo, Rektor UGM : Kami meyakini keasliannya

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman, Widagdo SH saat dikonfirmasi membenarkan terbitnya vonis PK yang diajukan Supriyanto. Kendati demikian, pihaknya belum mendapatkan salinan putusannya.

"Terdakwa mengajukan Peninjauan Kembali. Pada saat putusan kasasi dipidana penjara selama enam bulan potong masa penahanan dan sudah selesai," katanya.

Kuasa Hukum Supriyanto, Odie Hudiyanto mengatakan prinsipnya putusan yang telah ada tidak menyatakan bahwa ijazah itu tidak sah. Menurutnya, ijazah tersebut tetap sah dan tidak melanggar aturan.

Baca Juga: Kematian satu keluarga di Prajenen Magelang akibat diracun, pelaku anak kandung merasa sakit hati

"Saya masih menunggu salinan putusan PK secara resmi, untuk mengetahui pertimbangan hakim PK yang menolak permohonan PK klien kami," tandasnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Siti Muharjanti SH menuntut Supriyanto pidana penjara 2 tahun. Ia didakwa menyuruh orang lain memasukkan keterangan palsu dalam hal ini dalam ijazah sekolah dasar. *

 

Halaman:

Editor: Sutriono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X