• Selasa, 7 Desember 2021

DPRD Kulonprogo Dorong Kemerdekaan Ekonomi Masyarakat

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 20:16 WIB
Aktivitas Alun-alun Wates sempat ditutup saat masa PPKM.  (Foto: Amin Kuntari)
Aktivitas Alun-alun Wates sempat ditutup saat masa PPKM. (Foto: Amin Kuntari)

KULONPROGO, harianmerapi - Peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2021 tiba sebentar lagi. Namun sayang, di pertambahan usia ini, masyarakat Indonesia justru belum merasakan kemerdekaan di sektor ekonomi, terutama setelah terdampak pandemi Covid-19.

Sejumlah anggota DPRD Kulonprogo angkat bicara jelang peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI. Menurut kacamata legislatif, cukup banyak masyarakat Indonesia termasuk Kulonprogo yang belum merasa merdeka lantaran masih hidup di bawah garis kemiskinan.

"Bahkan mungkin, masyarakat yang hidup di tahun 1945 malah lebih bahagia. Masyarakat sekarang ini banyak yang belum merasakan kemerdekaan sesungguhnya," kata Anggota DPRD Kulonprogo, Maryono, Rabu (4/8/2021).

Baca Juga: Dorong Perputaran Uang di Kulonprogo, Bupati Sutedjo Minta Realisasi APBD Dipercepat

Diakui Maryono, Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam (SDA). Namun sayang, banyak masyarakatnya yang masih miskin serta kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Karenanya, mereka tidak merasa hidup di negerinya sendiri, melainkan seolah berada di negara asing.

"Jadi kalau ada jargon Indonesia kaya raya, adil dan makmur, itu belum sampai pada sebuah aksi yang sesungguhnya. Masih banyak masyarakat yang menjerit karena kesulitan ekonomi. Apalagi karena pandemi saat ini yang dampaknya terlalu dibebankan pada rakyat," urai Maryono.

Ia mencontohkan, pendidikan yang seharusnya menjadi hak masyarakat, justru stagnan atas nama pandemi. Rakyat akhirnya menjadi korban setelah dieksploitasi kepentingan politik. Hal ini lah yang membuktikan bahwa Indonesia termasuk Kulonprogo belum merdeka. Sebab masih banyak petani yang hasil panennya tidak laku, pedagang tak bisa berjualan, serta anak-anak yang dituntut belajar secara dalam jaringan (daring).

Baca Juga: Ratusan Pedagang Alun-alun Wates Terdampak PPKM Dibantu Baznas Kulonprogo Sebesar Rp 500 Ribu

Karenanya menurut Maryono, Indonesia harus berbenah secepat mungkin. Kulonprogo pun demikian. Diperlukan pemimpin yang arif bijaksana, punya enterpreneur dan keberanian. Pola pikir pemimpin saat ini harus diubah, menjadi pemimpin yang ngayomi, ngayemi dan nggayemi.

Halaman:

Editor: Sutriono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Festival Menoreh Ajang Pamer Produk Desa

Senin, 6 Desember 2021 | 07:15 WIB
X