• Senin, 3 Oktober 2022

Epidemiolog Menilai Perpanjangan PPKM Sudah Tepat, Ini Penjelasannya

- Selasa, 3 Agustus 2021 | 10:32 WIB
 Petugas meminta kendaraan berputar balik karena tidak berkepentingan saat ingin memasuki Kota Surabaya di Bundaran Waru, Surabaya, Jawa Timur, Senin (2/8/2021). Hingga hari terakhir pemberlakuan PPKM level 4 yang berlaku sejak 26 Juli, penyekatan di sejumlah jalan di Surabaya masih berlangsung, walau pun beberapa warga berusaha menerobos penyekatan tersebut. ( ANTARA FOTO/Umarul Faruq/foc.)
Petugas meminta kendaraan berputar balik karena tidak berkepentingan saat ingin memasuki Kota Surabaya di Bundaran Waru, Surabaya, Jawa Timur, Senin (2/8/2021). Hingga hari terakhir pemberlakuan PPKM level 4 yang berlaku sejak 26 Juli, penyekatan di sejumlah jalan di Surabaya masih berlangsung, walau pun beberapa warga berusaha menerobos penyekatan tersebut. ( ANTARA FOTO/Umarul Faruq/foc.)


JAKARTA, harianmerapi.com - Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKMUI) Iwan Ariawan menilai keputusan pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level empat hingga 9 Agustus sudah tepat.

"Agar kebijakan ini efektif, masyarakat harus terus disiplin menjalankan protokol kesehatan," kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (3/8/2021).

Iwan Ariawan mengatakan penurunan kasus Covid-19 sudah terlihat di Jawa-Bali. Namun, berdasarkan indikator PPKM, sebagian besar kabupaten dan kota di dua pulau itu memang masih di level empat.

Baca Juga: Jelang Semifinal Sepakbola Olimpiade Tokyo 2020, Spanyol Menanjak, Jepang Malah Mlempem

Oleh sebab itu, menurut dia, keputusan memperpanjang PPKM sudah tepat karena kebijakan penilaian terhadap daerah menjadi lebih jelas.

"PPKM level empat yang diberlakukan di sebagian besar kabupaten dan kota di Jawa-Bali menunjukkan ada manfaatnya," kata dia.

Dengan kategori level satu sampai empat, sebetulnya PPKM bisa terus berlangsung. Level tersebut bisa turun ketiga, dua atau satu jika kasus di suatu daerah ada penurunan. Sebaliknya, levelnya juga bisa naik kembali apabila terjadi peningkatan kasus, perawatan di rumah sakit dan kematian.

Baca Juga: Virus Varian Delta Mengguncang Sejumlah Pasar Saham Asia

"PPKM level empat yang sekarang dilakukan di Jawa Bali diperlukan untuk menurunkan perawatan pasien di fasilitas kesehatan," ujar dia.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kapolri janji usut tuntas tragedi Kanjuruhan Malang

Minggu, 2 Oktober 2022 | 22:00 WIB
X