• Kamis, 23 September 2021

Terkendala Ewuh Pakewuh, Satpol PP DIY Kesulitan Tegakkan Protokol Kesehatan di Tingkat RT

- Selasa, 3 Agustus 2021 | 10:03 WIB
Warga berfoto dengan latar belakang Tugu Yogya.  Selama PPKM, Jalan Margo Utomo di selatan Tugu tersebut dilakukan penyekatan dan dimatikan lampu jalan dan taman setiap pukul 20.00 WIB.  (Foto: Sutriono)
Warga berfoto dengan latar belakang Tugu Yogya. Selama PPKM, Jalan Margo Utomo di selatan Tugu tersebut dilakukan penyekatan dan dimatikan lampu jalan dan taman setiap pukul 20.00 WIB. (Foto: Sutriono)

 

YOGYA, harianmerapi.com – Rasa sungkan atau pakewuh masih menjadi kendala utama penagakan penegakan protokol kesehatan di tingkat RT RW di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY Noviar Rahmad mengaku menyesalkan hal tersebut.

"Di level bawah tingkat RT untuk mengingatkan warganya itu agak sulit karena masih terbentur budaya ewuh-pakewuh (tidak enak hati). Misalnya ada Pak RT mengingatkan warganya itu agak sulit, apalagi yang diingatkan itu tokoh," kata Noviar saat dihubungi di Yogyakarta, Senin (2/8/2021).

Selama ini, Satpol PP DIY telah memberikan pendampingan bagi anggota ‘Jaga Warga’ di level pedukuhan, salah satunya agar mampu menghilangkan budaya rasa sungkan atau pakewuh untuk menegakkan prokes sampai level RT RW.

Baca Juga: Jalanan Sepi dan Gelap Gulita, Kawasan Tugu Yogya Jadi Ajang Balap Motor Liar

"Selama ini kami sudah melakukan pendampingan kepada Jaga Warga agar peran mereka betul-betul dioptimalkan dalam penegakan prokes di level bawah," ungkapnya.

Menurut dia, Jaga Warga merupakan kunci penegakan prokes hingga level bawah karena mereka yang mampu berdekatan langsung dengan masyarakat.

Meski demikian, menurut dia, jumlah Jaga Warga yang terdiri atas unsur tokoh masyarakat, tokoh pemuda, linmas, hingga pengurus RT/RW di DIY masih sedikit. Dari 4.667 pedukuhan di DIY, baru terbentuk di 1.224 pedukuhan.

Berdasarkan hasil penegakan selama perpanjangan PPKM Level 4, Noviar mengklaim tingkat penggunaan masker di DIY sudah mencapai 94 persen. Namun, persentase itu sebatas mengacu pemantauan di tempat atau fasilitas umum. 

Baca Juga: Soroti Gonta-ganti Istilah PPKM, Epidemiolog UGM Minta Prokes Diperketat dan Vaksinasi Massal Digencarkan

Halaman:

Editor: Sutriono

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X