• Kamis, 1 Desember 2022

Soal Protes Seragam SMA N 1 Wates, Satpol PP Kulon Progo dan Pihak Sekolah Bantah Dugaan Penyekapan

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 21:50 WIB
Kepala SMA N 1 Wates dan POT memberikan keteranga  kepada awak media terkait isu penyekapan terhadap wali murid. (Foto Amin Kuntari)
Kepala SMA N 1 Wates dan POT memberikan keteranga kepada awak media terkait isu penyekapan terhadap wali murid. (Foto Amin Kuntari)
HARIAN MERAPI- Satpol PP Kulon Progo dan pihak sekolah membantah dugaan penyekapan terhadap Agung Purnomo, salah satu wali murid SMA N 1 Wates. Satpol PP justru membuka peluang mediasi agar kasus ini bisa diselesaikan dengan cara damai.
 
Sebagai informasi, Agung Purnomo merupakan salah satu wali murid SMA N 1 Wates yang menyampaikan protes kepada pihak sekolah terkait harga dan kualitas seragam siswa.
 
Diskusi perihal pengadaan seragam yang digelar di sekolah tidak berjalan kondusif sehingga SMA N 1 Wates meminta bantuan Satpol PP untuk melakukan mediasi. Namun dalam pertemuan di Kantor Satpol PP, Agung justru merada terintimidasi dan disekap sehingga melapor ke LBH Yogya.
 
 
"Tudingan penyekapan itu tidak benar. Dia kami undang untuk klarifikasi dan diperlakukan dengan baik, diberikan hidangan di ruangan juga," kata Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kulon Progo, Alif Romdhoni, Selasa (3/10/2022).
 
Alif kemudian membuka peluang mediasi dengan Agung dan pihak terkait agar kasus ini bisa diselesaikan secara damai.
 
Kendati demikian, pihaknya tetap siap menjalani proses hukum sebagai dampak laporan Agung ke LBH Yogya yang juga diteruskan ke Polda DIY.
 
"Tentunya kami siap memberikan klarifikasi sesuai kenyataan yang terjadi," tegasnya.
Kepala SMA N 1 Wates, Aris Suwasana mengatakan, pengadaan seragam di SMAN 1 Wates dikoordinir oleh Paguyuban Orang Tua (POT), mengacu Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 Pasal 3 dan 4 dan SE Disdikpora DIY nomor 421/06537 tanggal 7 Juli 2022 tentang kebijakan seragam sekolah.
 
 
"POT kemudian mencari rekanan untuk pengadaan seragam dan menunjuk toko yang sering melayani sekolah kami," katanya.
 
Aris menegaskan, pembelian tidak bersifat wajib. Sekolah memperbolehkan siswa memakai seragam kakak tingkatnya yang sudah lulus atau membeli baru. Bahkan, seragam tersebut bisa dikembalikan jika kualitasnya dinilai buruk.
 
"Dikembalikan bisa kemudian uangnya juga kembali. Kami sudah sampaikan itu, tapi Pak AP tidak mau," ujarnya.
 
Atas kabar dugaan penyekapan terhadap wali murid, Aris selaku pihak sekolah merasa prihatin.
 
Aris pun membantah adanya penyekapan terhadap Agung. Terhadap laporan yang dilayangkan Agung, ia memastikan akan mengikuti prosedur hukum yang berlaku.
 
 
Sebelumnya, Agung Purnomo melapor ke LBH Yogya karena merasa diintimidasi dan disekap dalam pertemuan dirinya dengan pihak sekolah, POT dan Satpol PP Kulon Progo.
 
Dalam laporannya, Agung mencantumkan terlapor ada tiga pihak yakni Kepala SMAN 1 Wates, Kabid Trantibhum Satpol PP Kulon Progo dan Kasatpol PP Kulon Progo. *
 

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Korpri diminta berperilaku sederhana dan jaga netralitas

Selasa, 29 November 2022 | 20:25 WIB

Tim kesehatan Kulon Progo kirim obat-obatan ke Cianjur

Senin, 28 November 2022 | 20:40 WIB

Gula semut Kulon Progo terstandarisasi CSQA

Rabu, 16 November 2022 | 21:15 WIB

Teladani semangat pahlawan untuk membangun Kulon Progo

Kamis, 10 November 2022 | 21:30 WIB
X