• Rabu, 30 November 2022

Aipda Sopyan Sahuri, rela sisihkan gajinya untuk dirikan rumah belajar anak putus sekolah

- Sabtu, 1 Oktober 2022 | 10:25 WIB
Kapolres Cianjur, Jawa Barat, AKBP Doni Hermawan, memberikan bantuan untuk siswa didampingi Aipda Sopyan Sahuri yang mendirikan rumah belajar untuk anak putus sekolah di Kecamatan Cugenang.  (ANTARA/Ahmad Fikri)
Kapolres Cianjur, Jawa Barat, AKBP Doni Hermawan, memberikan bantuan untuk siswa didampingi Aipda Sopyan Sahuri yang mendirikan rumah belajar untuk anak putus sekolah di Kecamatan Cugenang. (ANTARA/Ahmad Fikri)

 

HARIAN MERAPI - Seorang anggota polisi di Polres Cianjur, Jawa Barat, Aipda Sopyan Sahuri, pantas mendapatkan apresiasi.

Dia mendirikan rumah belajar untuk anak putus sekolah di lingkungan tempat tinggal-nya di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, dari hasil menyisihkan gajinya sebagai anggota polisi.

Rumah belajar yang didirikan anggota Bhabinkamtibmas Polsek Cugenang itu, berawal dari keprihatinannya terhadap anak di wilayah tempat tinggal-nya sekaligus tempatnya bertugas banyak yang tidak melanjutkan sekolah dengan berbagai alasan termasuk ekonomi orang tua yang sulit.

Baca Juga: Piala Asia Futsal 2022, Timnas Indonesia buka peluang lolos ke perempat final

"Cukup berat ketika memulai karena sebagian besar anak putus sekolah mulai dari SD, SMP dan SMA yang ada di lingkungan kami ini, menolak untuk meneruskan sekolah karena memilih untuk bekerja untuk membantu perekonomian keluarga," katanya di Cianjur, Sabtu (1/10/2022).

Namun, Sahuri tidak pernah bosan untuk membujuk anak putus sekolah untuk terus belajar termasuk membujuk orang tuanya untuk mengizinkan anaknya untuk meneruskan pendidikan, sehingga terbersit niat untuk mendirikan rumah belajar untuk semua usia anak putus sekolah.

Gayung bersambut, pihak keluarga kemudian menghibahkan tanah seluas 100 meter persegi yang dibangun satu ruang kelas sebagai Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) sehingga saat menuntaskan pendidikannya siswa di rumah belajar bisa mendapat ijazah seperti siswa sekolah formal.

Baca Juga: Maulid Nabi Keraton Jogja 2022, miyos gangsa digelar Sabtu malam nanti, simak ada perubahan rute kirab

"Saat ini ada 20 anak yang kembali melanjutkan sekolah di rumah belajar yang saya bangun tanpa dipungut biaya sepeserpun. Karena tanpa biaya, banyak orang tua yang mendorong anaknya untuk kembali ke sekolah yang setiap minggu hanya perlu masuk dua hari," katanya.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kisah bayi Kades Ciputri selamat dari gempa Cianjur

Minggu, 27 November 2022 | 20:00 WIB

Bank Mandiri salurkan bantuan untuk korban gempa Cianjur

Selasa, 22 November 2022 | 20:36 WIB
X