• Selasa, 27 September 2022

Kasus pembunuhan berencana terhadap brigadir J, LPSK kabulkan permohonan perlindungan Bharada E

- Senin, 15 Agustus 2022 | 21:30 WIB
Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Hasto Atmojo Suroyo (tengah) menyampaikan keterangan pers di Kantor LPSK, Jakarta Timur, Senin (15/8/2022).  (ANTARA/Melalusa Susthira K)
Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Hasto Atmojo Suroyo (tengah) menyampaikan keterangan pers di Kantor LPSK, Jakarta Timur, Senin (15/8/2022). (ANTARA/Melalusa Susthira K)

JAKARTA, harianmerapi.com - Tersangka Bharada Richard Eliezer atau Bharada E dikabulkan permohonannya sebagai kolaborator keadilan atau justice collaborator dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

"Diputuskan untuk menjadi terlindung LPSK sebagai justice collaborator," kata Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LSPK) Hasto Atmojo Suroyo dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (15/8/2022).

Hasto mengatakan pihaknya sudah menyampaikan kepada Bharada E bahwa jika ingin menjadi terlindung dari LPSK, maka dia harus berperan sebagai justice collaborator.

Baca Juga: Keberhasilan Indonesia dalam swasembada beras, strateginya perlu diadopsi untuk komoditas pangan lain

"Dan akhirnya dua hari yang lalu itu kami tetapkan yang bersangkutan sebagai justice collaborator," tambahnya.

Hasto menambahkan LPSK menilai Bharade E memenuhi syarat sebagai tersangka yang bersedia bekerja sama dengan aparat hukum untuk membongkar kasus pidana pembunuhan berencana terhadp Brigadir J.

Selain bukan pelaku utama, kata Hasto, Bharada E juga menyatakan kesediaannya untuk memberikan informasi kepada aparat penegak hukum tentang berbagai fakta terkait kejadian perkara.

Berdasarkan catatan LPSK, Bharada E merupakan pelaku tindak pidana dengan peran minor karena saat kejadian dia mendapatkan perintah dari atasannya.

Baca Juga: Misteri kehamilan istri Pardi, saat menjelang kelahiran perutnya tiba-tiba kempes tanpa bekas, ada apa?

"Bahkan keterlibatannya masih kami dalami, apakah yang bersangkutan menjadi master mind atau bagaimana; tapi yang jelas, kami melihat peran yang bersangkutan ini kecil dan kami melihat yang bersangkutan tidak punya mens rea atau niatan untuk melakukan pembunuhan," jelas Hasto.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kapolri terbitkan surat telegram, 30 perwira dimutasi

Senin, 26 September 2022 | 10:20 WIB

Pansus BLBI DPD nilai penjualan BCA rugikan negara

Minggu, 25 September 2022 | 17:00 WIB
X