• Minggu, 2 Oktober 2022

Bagaimana jika terdapat kasus Covid-19 di sekolah, ini langkah yang harus ditempuh

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 17:00 WIB
langkah yang harus ditempuh bila Covid-19 menyerang sekolah. (laman kemdikbud.go.id)
langkah yang harus ditempuh bila Covid-19 menyerang sekolah. (laman kemdikbud.go.id)


HARIAN MERAPI - Kasus Covid-19 di Indonesia naik lagi dan angka kematiannya pun cukup tinggi.


Sementara itu anak-anak sudah masuk sekolah, mereka harus mendapat perlindungan yang memadai agar tidak terpapar Covid-19


Seperti dilansir laman covid19.go.id yang dikutip harianmerapi.com Jumat (12/8/2022), guna menyikapi situasi penularan Covid-19 di institusi pendidikan, maka Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dapat dihentikan sementara pada Rombongan Belajar.

Baca Juga: Banyak hal belum terungkap terkait pembunuhan Brigadir J, Komnas HAM periksa Bharada E sore nanti


Ini dilakukan jika terjadi klaster penularan Covid-19 di Satuan Pendidikan, atau ketika hasil surveilans epidemiologis tunjukkan angka positivity rate sebanyak 5% atau lebih.

PTM juga dapat dihentikan pada peserta didik terkonfirmasi Covid-19 kalau kejadian tersebut bukan merupakan klaster penularan Covid-19, atau ketika hasil surveilans epidemiologis tunjukkan angka positivity rate di bawah 5%.

Penghentian PTM juga dapat dilakukan pada peserta didik yang alami gejala Covid-19 (suspek).

Baca Juga: Kasus 5 taruna PIP Semarang tewaskan juniornya, jaksa akhirnya ajukan kasasi

Waktu penghentian pembelajaran tatap muka jika terdapat kasus Covid-19 adalah selama minimal 7 hari bagi rombongan belajar yang terdapat klaster penularan Covid-19.
Atau, minimal 5 hari bagi rombongan belajar yang bukan klaster penularan Covid-19.

Proses belajar tetap dilakukan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Idham Samawi: Pemimpin Harus Berkarakter Pancasila

Minggu, 2 Oktober 2022 | 14:12 WIB

10 contoh soal CAT Panwascam 2022, tema Pilkada

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 18:44 WIB
X