• Jumat, 12 Agustus 2022

Kasus Promosi Holywongs, Aliansi Pemuda Nusantara Ajukan Gugatan Sebesar Rp35,5 Triliun

- Jumat, 1 Juli 2022 | 18:40 WIB
Ketua Umum Aliansi Pemuda Nusantara, Pangeran Negara (kanan) menggugat perusahaan yang menaungi operasional Holywings, PT Aneka Bintang Gading sebesar Rp35,5 triliun ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (1/7/2022).  (ANTARA/HO-Aliansi Pemuda Nusantara)
Ketua Umum Aliansi Pemuda Nusantara, Pangeran Negara (kanan) menggugat perusahaan yang menaungi operasional Holywings, PT Aneka Bintang Gading sebesar Rp35,5 triliun ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (1/7/2022). (ANTARA/HO-Aliansi Pemuda Nusantara)

 

JAKARTA, harianmerapi.com - Kasus Holywings terus bergulir, sekalipun sejumlah tempat hiburan tersebut sudah ditutup di sejumlah daerah.

Yang terbaru, Organisasi kepemudaan Islam dan Kristen, Aliansi Pemuda Nusantara meminta manajemen Holywings untuk mempertanggungjawabkan secara materiel di hadapan hukum.

Ketua Umum Aliansi Pemuda Nusantara, Pangeran Negara bahkan menggugat perusahaan yang menaungi operasional Holywings, PT Aneka Bintang Gading sebesar Rp35,5 triliun ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Baca Juga: Pemain Asing PSS Sleman Belum Komplet, Jihad Ayoub Belum Pasti Bergabung

"Uang tersebut akan kami pergunakan untuk membangun rumah ibadah seluruh umat beragama di Indonesia," kata Pangeran, di Jakarta, Jumat (1/7/2022).

Pangeran menjelaskan dugaan penistaan agama yang dilakukan Holywings merupakan kasus pertama di Indonesia yang memiliki nilai keuntungan atau komersial.

Pangeran menyebutkan umat Islam dan Kristen mengalami kerugian akibat dugaan perbuatan melawan hukum yang dilakukan Holywings, sehingga Aliansi Pemuda Nusantara mengajukan gugatan perwakilan kelompok (class action).

Baca Juga: Presiden RI Jokowi Unggah Ucapan Duka Cita Meninggalnya Tjahjo Kumolo di Instagram, Ini Unggahan Selengkapnya

Selain materiel, Pangeran menyebutkan perbuatan Holywings menimbulkan kerugian imateriel, sehingga dugaan tindak pidana tidak hanya dituduhkan kepada enam karyawan yang telah berstatus tersangka oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X