• Kamis, 18 Agustus 2022

Taman Nasional Komodo Perlu Pembatasan Pengunjung

- Selasa, 28 Juni 2022 | 07:05 WIB
TN Komodo terapkan sistem registrasi online untuk wisatawan. (Birkom Kemenparekraf)
TN Komodo terapkan sistem registrasi online untuk wisatawan. (Birkom Kemenparekraf)

JAKARTA, harianmerapi.com - Jumlah kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo naik dari tahun ke tahun.

Kunjungan wisatawan tanpa adanya pembatasan mengancam keberadaan dan kelestarian biodiversitas di Taman Nasional Komodo.

Oleh karena itulah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melaksanakan Program Penguatan Fungsi sebagai perwujudan komitmen pemerintah dalam upaya menjaga keutuhan nilai jasa ekosistem Taman Nasional Komodo.

Baca Juga: Kepala BTNK: Tidak Ada Komodo di Lokasi Kebakaran Sabana

Pulau Komodo, Pulau Padar, dan kawasan perairan sekitarnya tetap dibuka namun dengan pembatasan dan manajemen kunjungan tersistem sebagai upaya perlindungan, pengaturan, dan tata kelola kawasan Taman Nasional Komodo.

"Hal ini bertujuan untuk mengajak masyarakat secara kolektif beralih ke pariwisata berkelanjutan yang lebih sadar akan dampak aktivitasnya, dan bahwa daya tarik wisata dan kelestarian konservasi dapat hidup berdampingan,” kata Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong, Senin (27/6/2022).

Taman Nasional Komodo terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan tiga pulau besar dan 147 pulau kecil di sekitarnya.

Baca Juga: Beli Pertalite dan Solar Wajib Pakai Aplikasi MyPertamina, Uji Coba Mulai 1 Juli 2022 di 5 Provinsi Ini

Dideklarasikan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991 dan menerima gelar kehormatan sebagai salah satu dari “Tujuh Keajaiban Alam Baru” pada tahun 2012.

Halaman:

Editor: Sutriono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X