• Jumat, 12 Agustus 2022

Akibat Perubahan Iklim, Penurunan Produksi Cabai Mencapai 30 Persen

- Minggu, 26 Juni 2022 | 22:00 WIB
Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto memanen cabai di Dusun Kataan, Ngadirejo Temanggung. (Arif Zaini Arrosyid )
Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto memanen cabai di Dusun Kataan, Ngadirejo Temanggung. (Arif Zaini Arrosyid )

TEMANGGUNG, harianmerapi.com - Ketersediaan cabai rawit pada Idul Adha 1443/2022 dipastikan terpenuhi.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto mengatakan produksi cabai surplus antara Juni hingga Agustus.

Meski begitu, pemerintah memprediksi kemungkinan harga cabai akan agak tinggi.

Baca Juga: Harga Cabai Tinggi, Petani Berseri-seri

Prihasto Setyanto mengatakan ketersediaan aneka cabai pada Juni hingga Juli masih surplus untuk memenuhi kebutuhan nasional, meski ada peralihan lahan ke padi yang berdampak penurunan produksi.

Pada Juni, kata dia diperkirakan ada penurunan produksi akibat perubahan iklim untuk cabai besar sebanyak 15 persen dan cabai rawit sejumlah 30 persen.

"Diperkirakan produksi bulan Juli - Agustus berdasarkan data rerata 6 (enam) tahun terakhir pada Juli ada penurunan produksi cabai besar sebesar 10 persen dan cabai rawit sebesar 20 persen," kata dia, Minggu (26/6).

Baca Juga: Gunung Merapi Luncurkan 70 Kali Guguran Lava Selama Sepekan, Ini Volume Kubah Lava Barat Data dan Tengah

Prihasto mengemukakan itu ditemui usai panen cabai di Lereng Gunung Sindoro di Dusun Kataan, Desa Kataan Kecamatan Ngadirejo Temanggung.

Dikemukakan berdasarkan angka total produksi cabai besar nasional pada Juni sebesar 78.040 ton, kebutuhan cabai besar bulan Juni diperkirakan 76.317 ton, atau neraca cabai besar surplus 1.723 ton.

Halaman:

Editor: Sutriono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X