• Jumat, 12 Agustus 2022

Penyesuaian Tarif Listrik untuk 3.500 VA ke Atas Mulai 1 Juli 2022, PLN Minta Warga Bijak Pakai Listrik

- Sabtu, 25 Juni 2022 | 10:38 WIB
Per 1 Juli 2022, golongan Rumah Tangga Mampu dengan daya tarif listrik 3.500 VA ke atas akan dilakukan penyesuaian Tariff Adjustment.  (Dok. PLN Jawa Barat)
Per 1 Juli 2022, golongan Rumah Tangga Mampu dengan daya tarif listrik 3.500 VA ke atas akan dilakukan penyesuaian Tariff Adjustment. (Dok. PLN Jawa Barat)

BANDUNG, harianmerapi.com - Pemberlakuan penyesuaian tarif listrik baru atau Tariff Adjustment untuk golongan Rumah Tangga Mampu (RTM) akan mulai diberlakukan pada 1 Juli 2022.

Penyesuaian tarif listrik atau Tariff Adjusment hanya berlaku bagi golongan golongan Rumah Tangga Mampu (RTM) dan golongan pemerintah yang menggunakan daya listrik 3.500 VA ke atas.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat Agung Nugraha mengatakan, Tariff Adjustment 2014 sudah ditetapkan dan dibekukan pada 2017. Sehingga, sejak 2017, tidak ada lagi perubahan tarif untuk seluruh golongan.

Baca Juga: Warga Indragiri Hilir Ditemukan Meninggal Akibat Diserang Buaya Saat Mencuci Perahunya

"Agar harga tarif tetap terjaga tidak naik 2017, pemerintah mengeluarkan dana tambahan untuk subsidi," ungkap Agung, Kamis 23 Juni 2022.

Untuk menjaga tidak ada kenaikkan tarif listrik, pemerintah telah menggelontorkan subsidi sebesar Rp 243,3 T dan kompensasi sebesar Rp 94,17 T sejak tahun 2017 hingga tahun 2021. Untuk itu, agar anggaran negara dapat dialihkan untuk hal yang lebih dibutuhkan masyarakat, aturan Tariff Adjustment akan mulai diterapkan kembali per tahun ini.

Tariff Adjustment adalah penyesuaian tarif tenaga listrik yang sedianya dilaksanakan setiap tiga bulan apabila terjadi perubahan di salah satu atau beberapa faktor tak terkendali yang bisa memengaruhi Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik.

Baca Juga: Tragedi Hilangnya 2 Sahabat di Gunung Slamet Bagian 8: Keputusan yang Dibuat Saat Tersesat di Antara Jurang

Keempat faktor tak terkendali atau uncontrollable factor tersebut adalah nilai tukar mata uang Dollar AS terhadap Rupiah, Indonesian Crude Price (ICP), inflasi, dan harga patokan batubara yang tidak dapat dikendalikan PLN.

Halaman:

Editor: Husein Effendi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BMKG : Waspadai angin kencang di Labuan Bajo

Minggu, 31 Juli 2022 | 12:10 WIB
X