• Kamis, 7 Juli 2022

Lalu Lintas Mulai Lancar, Polri Akhiri Sistem 'One Way' dari Cikampek Sampai Semarang

- Minggu, 1 Mei 2022 | 13:25 WIB
Sejumlah kendaraan memadati ruas jalan tol Jakarta-Cikampek kilometer 47 dan Jalan Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ) di Karawang, Jawa Barat, Jumat (29/4/2022) (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Sejumlah kendaraan memadati ruas jalan tol Jakarta-Cikampek kilometer 47 dan Jalan Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ) di Karawang, Jawa Barat, Jumat (29/4/2022) (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

JAKARTA, harianmerapi.com - Ssistem satu arah (one way) dari Km 70 GT Cikampek Utama (Cikatama) sampai dengan Km 414 GT Kalikangkung, Semarang, mulai diberlaukan normal pada Minggu (1/5/2022).

Korlantas Polri mengakhiri masa rekayasa lalu lintas satu arah dan memberlakukan normalisasi arus lalu lintas, karena kepadatan sudah mulai berkurang.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan terhitung mulai pukul 12.00 WIB, arus lalu lintas dari Km 70 GT Cikatama sampai Km 414 GT Kalikangkung, Semarang berlaku normal dua arah.

Baca Juga: Hari Buruh, Puan Maharani Tegaskan Keberpihakan pada Pekerja

"Pada pukul 12.00 WIB akan dilakukan penutupan rekayasa lalin one way sekaligus pelaksanaan penormalan (normalisasi dua arah)," kata Dedi kepada wartawan yang diterima di Jakarta, Minggu.

Ia menjelaskan, normalisasi tersebut dilakukan setelah mengamati dan melihat kondisi arus lalu lintas arus mudik di ruas jalan tol telah berangsur normal pada H-1 Idul Fitri 2022.

Berdasarkan pemantauan arus lalu lintas anggota di lapangan dari arah barat menuju ke timur (mudik), pantauan melalui CCTV baik yang ada di NTMC maupun command center PJR dan hasil dari peta digital arus lalu lintas serta koordinasi dengan pihak Jasa Marga bahwa lalu lintas cukup normal dan data kendaraan yang keluar dari GT Cikatama menuju arah Trans Jawa (mudik) di bawah indikator untuk melakukan rekayasa lalu lintas baik cara bertindak contraflow maupun cara bertindak one way.

Baca Juga: Khotbah Idul Fitri Jangan Dimanfaatkan untuk Kepentingan Politik Praktis, Ini Akibatnya...

"Ketika rata-rata per jam yang melintasi jalan tol di bawah 3.000 sudah normal, kalau 3.000 - 5.000 dilaksanakan contraflow beberapa lajur tergantung arah kepadatan dan apabila sudah di atas 5.000 maka rekayasanya one way. Begitu SOP-nya," ujar Dedi.

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Korlantas Polri Kombes Pol Eddy Djunaedi menambahkan, pukul 12.00 WIB status rekayasa lalu lintas one way berakhir diganti dengan kegiatan normalisasi dua arah.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X