• Sabtu, 13 Agustus 2022

Khotbah Idul Fitri Jangan Dimanfaatkan untuk Kepentingan Politik Praktis, Ini Akibatnya...

- Minggu, 1 Mei 2022 | 12:55 WIB
Ilustrasi - Saat pelaksanaan Shalat Idul Adha 1440 H di Gumuk Pasir Parangkusumo, Bantul, DI Yogyakarta, Minggu (11/8/2019). ( ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)
Ilustrasi - Saat pelaksanaan Shalat Idul Adha 1440 H di Gumuk Pasir Parangkusumo, Bantul, DI Yogyakarta, Minggu (11/8/2019). ( ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)

JOGJA, harianmerapi.com - Para khotib diimbau tidak menyampaikan materi khotbah Salat Idul Fitri 1443 Hijriah untuk kepentingan politik praktis.

Pasalnya, menurut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Masmin Afif, hal itu bisa menyebabkan masyarakat tidak harmonis.

"Terkait isi khotbah untuk tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis dan terhindar dari hal yang menyebabkan masyarakat tidak harmonis," kata Masmin Afif, Minggu (1/5/2022).

Baca Juga: Arus Mudik Lebaran 2022, Jalur Pantura dan Tol Batang-Semarang Ramai Tapi Lancar

Imbauan itu disampaikannya untuk menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 08/2022 dan hasil rapat pimpinan yang dilaksanakan pada tanggal 26 April 2022.

Potensi pemanfaatan mimbar khotbah Idul Fitri untuk kepentingan politik, menurut dia, perlu diantisipasi bersama menjelang momentum Pemilu 2024.

"Mari kita sikapi bersama agar suasana Idul Fitri ini tidak diwarnai kepentingan-kepentingan sesaat dan kepentingan personal," ujar Masmin.

Baca Juga: Mantan Presiden AS Donald Trump Bikin Unggahan Perdananya di Truth Social, Ini Unggahannya

Masmin berharap para penceramah dapat memilih materi khotbah lain yang justru mampu memperkuat solidaritas karena masih banyak masyarakat terdampak pandemi Covid-19 yang terpuruk secara ekonomi.

Melalui khotbah tersebut, ia berharap masyarakat dapat tergugah untuk membantu sesama yang membutuhkan.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X