Oknum Perangkat Desa Palsukan Akta Kematian, Menangis di Tahanan Polres Rembang, Motifnya Ternyata Sepele

- Jumat, 1 April 2022 | 15:00 WIB
Ilustrasi borgol (Dok harian merapi)
Ilustrasi borgol (Dok harian merapi)

REMBANG, harianmerapi.com - Seorang perangkat desa di wilayah Kabupaten Rembang bernama Mar (50 tahun) nekat memproses akte kematian warganya yang masih hidup.

Kedoknya terbongkar hingga diseret ke Mapolres Rembang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Keterangan yang dihimpun menyebutkan, Mar oknum perangkat Desa Jeruk, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang sudah lama bermusuhan dengan Sug (50) yang juga masih tetangga.

Baca Juga: Jadi Crazy Rich dalam 2 Tahun, Ini Modus Indra Kenz Gaet Korban Trading Binomo: Lewat Konten Hingga Kursus

Ny Sit (45) isteri dari Sug kemudian dibuatkan surat kematian dengan memalsu tanda tangan Sekretaris Desa Jeruk.

'Surat kematian' itu kemudian dibawa sendiri persyaratannya, termasuk tanda tangan sang suami Ny Sit hingga ke Dispendukcapil Kabupaten Rembang.

Kemudian setelah diproses hingga muncul akte kematian aspal, karena Ny Sit benar-benar masih hidup.

Baca Juga: Beli Rumah Baru, Thariq Halilintar: Setahun Lagi Insyaallah Tinggal di Sini Sama Fuji, Diamini Warganet

"Yang membuat heran petugas, ternyata modusnya dendam pribadi. Dengan menerbitkan surat kematian maka keluarga tersebut tidak lagi mendapat berbagai bantuan dari pemerintah, semisal PKH atau BLT," kata Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan kepada wartawan, Jumat (1/4/2022).

Awal mula terbongkarnya, Sekretaris Desa dan Kepala Desa Jeruk tiba-tiba mendapat surat pemberitahuan dari Dispendukcapil soal akta kematian warganya.

Halaman:

Editor: Husein Effendi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X