• Senin, 23 Mei 2022

Pemerintah Prediksi Puncak Varian Omicron Februari - Maret 2022, Masyarakat Tak Perlu Panik

- Senin, 17 Januari 2022 | 10:15 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin.  (Dokumentasi Humas Setkab/Agung)
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Dokumentasi Humas Setkab/Agung)

 


JAKARTA, harianmerapi.com - Kementerian Kesehatan memprediksi puncak kasus Covid-19 varian Omicorn akan terjadi pertengahan bulan Februari hingga awal Maret 2022.

Berdasarkan pengamatan terhadap sejumlah negara, puncak terjadi secara cepat dengan kisaran waktu 35 hingga 65 hari.

''Indonesia pertama kali kita terindentifikasi (Omicorn) adalah pertengahan Desember tapi kasus kita mulai naikmya awal Januari. Nah, antara 35-65 hari akan terjadi kenaikan yang cukup cepat dan tinggi. Itu yang memang harus dipersiapkan oleh masyarakat," ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Senin (17/1/2022).

Baca Juga: Cegah Lonjakan Covid-19, Pemerintah Minta Masyarakat Tak ke Luar Negeri

Sedangkan tingkat perawatan di rumah sakit bagi pasien Omicron di sejumlah negara telah melewati puncak berkisar 30-40 persen dibandingkan saat varian Delta.

"Jadi walaupun kenaikannya lebih cepat dan tinggi, jumlah kasusnya akan lebih banyak dan penularannya lebih cepat, tapi hospitalisasinya lebih rendah,'' jelasnya.

Oleh sebab itu, Menkes Budi meminta agar seluruh masyarakat tetap waspada namun tidak panik apabila terjadi kenaikan kasus.

Baca Juga: Sukabumi dan Sekitarnya Diguncang Gempa Magnitudo 5,4

Pemerintah tetap mengimbau penerapan protokol kesehatan Covid-19, menghindari kerumunan dan mengurasi mobilitas keluar negeri apabila tidak ada keperluan mendesak.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah Akan Secepatnya Hapus PPKM

Minggu, 22 Mei 2022 | 15:40 WIB

Selamat Jalan Prof. Fahmi Idris

Minggu, 22 Mei 2022 | 14:50 WIB

KPK Ajak Masyarakat Bantu Cari Harun Masiku

Jumat, 20 Mei 2022 | 23:00 WIB

Diberhentikan IDI, Terawan Bergabung ke PDSI

Jumat, 20 Mei 2022 | 18:30 WIB
X