• Minggu, 3 Juli 2022

Panglima TNI Andika Perkasa Ketemu Sultan, Bahas Kemananan dan Klitih di Jogja

- Sabtu, 1 Januari 2022 | 11:15 WIB
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan Yogyakarta Jumat (31/12/2021)  sore (Dok Humas Pemprov DIY)
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan Yogyakarta Jumat (31/12/2021) sore (Dok Humas Pemprov DIY)

JOGJA, harianmerapi.com - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyambangi kantor Gubernur DIY, Jumat sore (31/12/2021) dan membicarakan banyak hal dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Salah satu yang dibahas ialah maraknya klitih di Jogja dan kejahatan jalanan beberapa waktu terakhir ini termasuk trending topik di sosial media ihwal Jogja darurat klitih.

"Saya dapat laporan dari panglima kodam, dari komandan korem secara khusus di jogja, dari komandan lanud, ada danlanal disini. Saya tidak mendapatkan laporan (keamanan) yang menonjol," ujar Andika usai bertemu Sultan.

Baca Juga: Gading Marten Sebut Respati Ragil Jadi Rekrutan Terakhir West Bandits Solo

Menurut Andika, Jogja sebetulnya memiliki reputasi keamanan yang baik sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan maraknya isu tersebut.

Selain membahas banyak hal tentang keamanan, Andika menyampaikan maksud kedatangan ke Jogja untuk melihat perkembangan vaksinasi Covid-19 bagi anak-anak usia 6-11 tahun dan melihat bagaimana pola penanganan pandemi di Jogja.

Sementara itu, Sultan mengatakan hal yang sama bahwa dalam pertemuan dibahas ihwal berbagai aspek terutama menyoal keamanan di Jogja.

Baca Juga: Arsenal Tak Akan Didampingi Mikel Arteta Saat Lawan Manchester City di Liga Inggris, Ini Alasannya

Sultan menyebut keamanan di Jogja cenderung kondusif terlebih dibantu oleh berbagai pihak yakni TNI/Polri, polisi dan lainnya. Sultan berharap tahun 2022 kondisi keamanan di Jogja lebih baik lagi.

"Sebetulnya kita punya kesempatan yang sama untuk berkoordinasi. Semoga saja di tahun depan kondisinya bisa jauh lebih baik. Di Jogja ini ya memang adem ayem tentrem, tidak perlulah ada kekuatan-kekuatan lain seperti api dalam sekam. Rumangsane masyarakat (DIY) tidak peduli, ternyata itu salah, masyarakat sebenarnya peduli, hanya saja pada konteks diam," papar Sultan.*

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X