• Senin, 17 Januari 2022

Derai Air Mata untuk Rumini yang Peluk Ibunya Saat Erupsi Gunung Semeru Menerjang Desanya

- Selasa, 7 Desember 2021 | 09:49 WIB
Relawan menyisir Dusun Curah Koboan, Desa Pronojiwo, Kabupaten Lumajang untuk mencari korban yang diduga terjebak abu material akibat awan panas guguran Gunung Semeru, Senin (6/12/2021). ( ANTARA/Umarul Faruq)
Relawan menyisir Dusun Curah Koboan, Desa Pronojiwo, Kabupaten Lumajang untuk mencari korban yang diduga terjebak abu material akibat awan panas guguran Gunung Semeru, Senin (6/12/2021). ( ANTARA/Umarul Faruq)

LUMAJANG, harianmerapi.com - Kisah Rumini menyentak hati netizen. Derai air mata tumpah di jagat maya.

Rumini (28) dan ibunya, Salamah (71) ditemukan tewas dalam posisi berpelukan saat Gunung Semeru erupsi.

Rumini memilih menemani ibunya yang sudah renta dan tidak sanggup berjalan lagi. Saat Gunung Semeru meletus, Sabtu (4/12/2021), Rumini mendekap erat tubuh ibunya.

Baca Juga: Rumini Peluk Ibunya Saat Diterjang Erupsi Gunung Semeru, Relawan: Penduduk Langit Kini Memelukmu

Keduanya ditemukan sudah tak bernyawa. Di dapur rumahnya, Desa Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro, Lumajang.

Netizen menyebut Rumini adalah sosok anak yang berbakti terhadap ibu, dan orangtuanya. Rumini memilih menemani ibunya saat Gunung Semeru meletus menerjang desanya.

Rumini yang masih muda, bisa menyelamatkan diri. Namun ia, memilih menjaga ibunya, memeluknya dan meninggal bersama dalam pelukan hangat.

Baca Juga: BNPB: 22 Orang Meninggal Akibat Erupsi Gunung Semeru, 22 Warga Dilaporkan Hilang

Netizen disuguhkan dengan beredarnya percakapan antara Rumini dan ibunya untuk terakhir kalinya.

Halaman:

Editor: Sutriono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X