• Senin, 27 Juni 2022

Kemenkes Cegah Peningkatan Kasus Covid-19 Saat Libur Natal

- Jumat, 5 November 2021 | 16:16 WIB
  Tangkapan layar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi saat menyampaikan keterangan pers terkait situasi pandemi Covid-19 melalui laman YouTube KPCPEN di Jakarta, Kamis (4/11/2021).  (ANTARA/Andi Firdaus)
Tangkapan layar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi saat menyampaikan keterangan pers terkait situasi pandemi Covid-19 melalui laman YouTube KPCPEN di Jakarta, Kamis (4/11/2021). (ANTARA/Andi Firdaus)


JAKARTA, harianmerapi.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus menjaga agar kasus Covid-19 tidak meningkat, terutama saat libur Natal dan Tahun Baru.


Hal ini ditegaskan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan sekaligus Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Siti Nadia Tarmizi di Jakarta, Jumat (5/11/2021).

"Artinya kami memantau kondisi-kondisi yang terjadi, dari indikator PPKM (penerapan pembatasan kegiatan masyarakat), laju penularan, itu yang menjadi patokan kami. Artinya berapa kasus positif, berapa kematian, dan berapa orang yang dirawat di rumah sakit itu kami kontrol," kata Nadia.

Baca Juga: Polisi Pastikan Insta Story Sopir Vanessa Angel Tubagus Joddy Bakal Jadi Bahan Penyelidikan Kecelakaan

Di samping itu, Kemenkes juga terus melihat angka positivity rate atau testing rate beserta data mengenai kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan (prokes), seperti menggunakan masker.

 

Menurutnya, Kemenkes akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lain agar mobilitas masyarakat tidak sampai meningkat hingga lebih dari 10 persen. Seperti setelah Idul Fitri kemarin, kenaikan mobilitas yang drastis dapat menyebabkan angka positif Covid-19 meningkat.

"Aplikasi PeduliLindungi juga menjadi alat kami untuk melihat indikator tren penularan tadi," ucap Nadia.

 Baca Juga: BMKG Ungkap 12 Wilayah di Indonesia Berpotensi Terjadi Banjir Bandang

Menurut Nadia, pemerintah perlu terus mengontrol penyebaran Covid-19 agar terus rendah hingga Covid-19 berstatus endemi dan bukan lagi pandemi. Jika sudah berhasil ditekan, endemi Covid-19 hanya akan ada di beberapa wilayah Indonesia dan muncul pada waktu-waktu tertentu.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X