• Selasa, 7 Desember 2021

Polemik Kementerian Agama Hadiah Negara untuk NU. JK : Itu Bukan Hadiah

- Senin, 25 Oktober 2021 | 14:35 WIB
Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla melakukan silaturahmi dengan Pengurus DMI Medan di Aula Tengku Rizal Nurdin Rumah Jabatan Gubernur Sumatera Utara, Medan, Senin (25/10/2021).  (ANTARA/HO-Tim Media JK)
Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla melakukan silaturahmi dengan Pengurus DMI Medan di Aula Tengku Rizal Nurdin Rumah Jabatan Gubernur Sumatera Utara, Medan, Senin (25/10/2021). (ANTARA/HO-Tim Media JK)

 

JAKARTA, harianmerapi.com - Kementerian Agama bukan hadiah untuk organisasi kemasyarakatan keagamaan tertentu saja, melainkan keharusan dari negara memberikan wadah untuk seluruh agama dan ormas keagamaan di Indonesia.

Hal itu dikatakan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK), untuk menanggapi pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menyatakan bahwa Kemenag merupakan “hadiah” dari negara untuk NU. Yaqut menyampaikan hal itu dalam sebuah acara webinar internasional yang diunggah di akun Youtube TVNU pada Rabu (20/10).

"(Kemenag) Itu bukan hadiah, itu adalah keharusan, karena negeri kita ini berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa sehingga tentu semua agama sangat penting untuk dilindungi," tandas Jusuf Kalla dalam keterangannya yang diterima Senin (25/10/2021).

Baca Juga: Indonesia Harus Bersiap Menghadapi Dampak Pemanasan Global, Agar Ketahanan Pangan Terjaga

Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 tersebut mengatakan Kemenag merupakan lembaga kementerian milik pemerintah yang bertugas untuk menaungi seluruh agama dan ormas keagamaan di Indonesia.

"Jadi bukan hanya NU, tetapi semua agama dan semua organisasi keagamaan. Itu yang dinaungi pemerintah lewat Kementerian Agama," tegasnya.

Sebagaimana dibertitakan, Menag melontarkan pernyataan tersebut berawal adanya perdebatan kecil di Kemenag, terkait adanya keinginan mengubah logo atau tagline “Ikhlas Beramal”. Yaqut menilai tagline tersebut tidak perlu ditulis melainkan dimaknai di dalam hati.

Baca Juga: Insan Pariwisata Minta Pemerintah Tinjau Ulang Test PCR bagi Penumpang Pesawat di Jawa-Bali

"Ikhlas kok ditulis, ya ini menunjukkan nggak ikhlas," kata Yaqut.

Perdebatan kemudian berlanjut tentang sejarah Kementerian Agama. Yaqut menyebut adanya seorang ustaz yang tidak setuju apabila Kemenag harus menaungi semua agama.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X