• Selasa, 30 November 2021

Indonesia Harus Bersiap Menghadapi Dampak Pemanasan Global, Agar Ketahanan Pangan Terjaga

- Senin, 25 Oktober 2021 | 14:10 WIB
Menteri Pertanian Syahrul yasin Limpo melakukan panen padi di Desa Jagapura Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon Jawa Barat, Senin (25/10/2021).  (ANTARA/Aditya Ramadhan)
Menteri Pertanian Syahrul yasin Limpo melakukan panen padi di Desa Jagapura Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon Jawa Barat, Senin (25/10/2021). (ANTARA/Aditya Ramadhan)

JAKARTA, harianmerapi.com - Indonesia harus bersiap menghadapi dampak pemanasan global agar ketahanan pangan di dalam negeri tetap terjaga. Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan meningkatkan anggaran sektor pertanian untuk ketahanan pangan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, yang sempat menghadiri pertemuan G20 beberapa waktu lalu menerangkan bahwa negara-negara lain sudah mempersiapkan sektor pertaniannya untuk menghadapi dampak pemanasan global.

"Besok kita akan menghadapi krisis air, ada kemarau tanpa perkiraan. Besok di tengah banjir ada krisis air. Dua tahun pandemi kita lewati, tapi hari ini dan besok tantangan sangat besar," kata Mentan Syahrul dalam peringatan Hari Pangan Sedunia di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, dan dilakukan secara virtual di 41 titik daerah lain, Senin (25/10/2021).

Baca Juga: Insan Pariwisata Minta Pemerintah Tinjau Ulang Test PCR bagi Penumpang Pesawat di Jawa-Bali

Terkait dengan itu, Mentan memerintahkan jajarannya untuk membuat program baru yang khusus untuk menangani dampak pemanasan global terhadap sektor pertanian.

"Besok harus ada program baru menghadapi krisis alam yang ada. Besok program harus ada yang baru, Pak Sekjen, Pak Dirjen. Harus ada koordinasi kelembagaan menghadapi krisis, harus ada agenda pasti," kata Mentan Syahrul.

Dia menekankan langkah antisipasi dampak perubahan iklim terhadap pertanian harus menggunakan teknologi dan praktik berbasis pada bukti saintifik. Dia meminta ada varietas yang bisa tahan air pada saat banjir datang dan varietas yang mampu berproduksi di saat kurang air.

Baca Juga: Pemancing Tewas Tenggelam di Pantai Karangbolong Kebumen, Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi

Mentan SYL juga menegaskan bahwa Kementerian Pertanian tidak bisa sendirian dalam mempertahankan ketahanan pangan nasional saat kondisi pemanasan global. Dia berharap semua pihak baik dari kementerian lembaga, pemerintah daerah, universitas, perbankan bersama-sama mempersiapkan ketahanan pangan nasional.

Peringatan Hari Pangan Sedunia dilakukan secara serentak di 41 titik di berbagai wilayah Indonesia yang ditandai dengan panen berbagai komoditas pertanian seperti padi, jagung, sorgum, kedelai, kelapa sawit, kakao, hortikultura, bunga hias dan lain-lain.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harbokir JNE Kembali Digelar, Catat Tanggalnya

Jumat, 26 November 2021 | 09:32 WIB

Jaygan Fu Ponnudurai CEO Baru OVO

Sabtu, 20 November 2021 | 10:09 WIB
X