• Rabu, 1 Desember 2021

Pemerintah Diminta Memperketat Penjagaa di Bandara Pintu Masuk Indonesia. IDI : Jangan Sampai Kecolongan

- Sabtu, 9 Oktober 2021 | 16:06 WIB
Tangkapan layar Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI) Daeng M Faqih saat menjadi pembicara dalam agenda konferensi pers Seruan Kebangsaan yang dilaksanakan secara virtual dan dipantau dari Jakarta, Rabu (18/8/2021).  (ANTARA/Andi Firdaus)
Tangkapan layar Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI) Daeng M Faqih saat menjadi pembicara dalam agenda konferensi pers Seruan Kebangsaan yang dilaksanakan secara virtual dan dipantau dari Jakarta, Rabu (18/8/2021). (ANTARA/Andi Firdaus)

SEMARANG, hariaanmerapi.com - Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M.Faqih meminta pemerintah memperketat penjagaan di bandara sebagai pintu masuk Indonesia dari luar negeri untuk mencegah risiko terjadinya gelombang ketiga Covid-19.

"Satgas Covid-19 dan pemerintah harus menjaga pintu-pintu masuk ke Indonesia, jangan sampai kecolongan," kata Daeng saat pelantikan pengurus IDI Jawa Tengah di Semarang, Sabtu (9/10/2021).

Hal tersebut perlu menjadi kewaspadaan, menurut dia, jika berkaca pada masuknya Covid-19 varian Delta yang juga berasal dari luar negeri.

Baca Juga: Jerinx Semprot Yuotuber Gara-gara Unggah Konten Ilegal

Epidemolog, lanjut dia, memprediksi akan terjadi gelombang ketiga atau keempat yang mengancam Indonesia.

Melihat kondisi saat ini, kata dia, terdapat beberapa daerah mengalami peningkatan level PPKM. Selain itu, lanjut dia, ditemukan pula kasus Covid-19 pada ajang PON XX di Papua.

Kondisi tersebut, menurut dia, patut diwaspadai dan menjadi perhatian bersama. Ia mengimbau protokol kesehatan ketat terus diterapkan dalam berbagai kegiatan masyarakat.

Baca Juga: Target 70 Persen Tercapai, Gugus Tugas Berharap Sukoharjo Segera Turun Level 1

Selain itu, ia juga mendorong percepatan vaksinasi agar bisa tercapai di atas 70 persen di akhir tahun ini. Saat ini, kata dia, vaksin terhadap tenaga kesehatan hampir tuntas diberikan.

Sementara untuk booster vaksin bagi masyarakat umum, lanjut dia, juga perlu diberikan. "Saat ini untuk masyarakat umum memang masih difokuskan pada suntikan pertama dan kedua," katanya.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X