• Selasa, 26 Oktober 2021

Polri dan PPATK Sita Uang TPPU Rp 531 M, Mahfud MD Beri Apresiasi

- Kamis, 16 September 2021 | 21:24 WIB
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono, Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto, Menkopolhukam Mahfud MD dan Kepala PPATK Dian Ediana Rae, menyampaikan konferensi pers pengungkapan kasus tindak pidana pencucian uang di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (16/9/2021). (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono, Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto, Menkopolhukam Mahfud MD dan Kepala PPATK Dian Ediana Rae, menyampaikan konferensi pers pengungkapan kasus tindak pidana pencucian uang di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (16/9/2021). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

JAKARTA,harianmerapi.com-Bareskrim Polri bersama PPATK mengungkap kejahatan tindak pidana pencucian uang (TPPU) tentang peredaran obat ilegal yang merugikan masyarakat dan juga negara dengan barang bukti uang Rp 531 miliar. Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Mekopolhukam) Mahfud MD pun mengapresiasi.

Mahfud, dalam konferensi pers pengungkapan TPPU di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (16/9/2021) mengatakan keberhasilan pengungkapan kasus TPPU dengan nilai sitaan Rp531 miliar itu menjadi momentum bagi bangsa Indonesia lebih kompak dalam mengungkap perkara TPPU.

"Bareskrim Polri membuktikan bahwa itu (TPPU-red) bisa dilakukan dan yang mengagetkan ini memang baru satu orang, tapi nilai uangnya besar," kata Mahfud.

Baca Juga: Ketua KPK : Praktik Jual Beli Jabatan Bisa Dihindarkan Jika Pembinaan SDM di Pemda Transparan

Bareskrim Polri bersama PPATK mengungkap kasus TPPU terkait peredaran obat ilegal oleh tersangka DP dengan sitaan uang senilai Rp531 miliar.

Terkait TPPU, kata Mahfud, pemerintah menaruh perhatian khusus, bahkan dalam setiap rapat Komite TPPU dibahas banyaknya informasi dan keluhan masyarakat, akan tetapi jumlah pelaku yang ditangkap tidak banyak.

Bahkan, Mahfud mensinyalir praktik TPPU seperti yang dilakukan tersangka DP ini banyak yang melakukan di berbagai tempat, baik itu di laut, di hutan, di pertambangan, dan berbagai sektor.

Baca Juga: Polisi Gadungan Todongkan Pistol, Kemudian Sekap Korban Pakai Borgol

"Dengan demikian pengungkapan ini bisa jadi momentum kepada kita semua untuk melangkah lebih lanjut dan lebih kompak seperti yang dilakukan oleh Polri dan PPATK dalam kasus ini," kata Mahfud.

Selain itu, kata Mahfud, pengungkapan kasus TPPU ini menambah kredit bagi Indonesia untuk diterima sebagai anggota penuh Financial Action Task Force (FATF) on Money Laundering yang berkedudukan di Paris.

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Mau Terbang, Ini Aturan Terbaru dari Kemenhub

Jumat, 22 Oktober 2021 | 14:12 WIB
X