• Selasa, 26 Oktober 2021

Kemensos Memperbarui 74 Juta Data PBI JK dan Mengintegrasikan Dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial

- Kamis, 16 September 2021 | 16:50 WIB
Tangkapan layar Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Pengembangan SDM dan Program Kementerian Suhadi Lili dalam Rapat Kerja Bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Kamis (16/9/2021).  ((ANTARA/Devi Nindy))
Tangkapan layar Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Pengembangan SDM dan Program Kementerian Suhadi Lili dalam Rapat Kerja Bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Kamis (16/9/2021). ((ANTARA/Devi Nindy))

JAKARTA, harianmerapi.com - Kementerian Sosial memperbarui 74.420.345 data Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) dan mengintegrasikannya dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Proses pemadanan data, dimulai dari proses yang detail dan teknis, sejak Januari 2021 terkumpul 96.788.880 yang menjadi data dasar.

"Kami sudah mengintegrasikan DTKS dengan PBI JK dimulai pencocokan data," ujar Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Pengembangan SDM dan Program Kementerian Suhadi Lili dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Kamis (16/9/2021).

Menurut Suhadi, data tersebut kemudian dimutakhirkan, karena ada pemilik yang mutasi dan meninggal hingga menjadi 95.520.421. Data itu dibagi menjadi PBI yang terintegrasi dengan DTKS sebanyak 70.638.689, dan sisanya PBI non-DTKS.

Baca Juga: Terima Kunjungan Tim Satyalancana Wira Karya, Kulon Progo Pamer Pemanfaatan Lahan Pasir

Dari data PBI JK-DTKS, telah disempurnakan dari 70.638.689 menjadi 69.630.661 orang, karena adanya mutasi dan penerima yang meninggal dunia.

Sedangkan dari data di dukcapil, terdapat penambahan PBI-DTKS sebanyak 4.789.684 orang. Sehingga data PBI baru yang terealisasi sebanyak 74.420.345.

"Dasar hukum penetapan PBI harus ada di DTKS dan pada dukcapil. Sebagai bukti validasi eksistensi orangnya," ujar dia.

Baca Juga: Sultan Sebut Pembukaan Bioskop Harus Disertai Prosedur Matang

Sementara dari data non-DTKS, Kemensos melakukan pemadanan dan dikembalikan ke tim BPJS Kesehatan, ditemukan tambahan penerima sebanyak 4.124.927 orang yang harus dalam verifikasi.

Suhadi memaparkan terdapat kuota nasional sebanyak 96.800.000 penerima PBI, dengan penetapan pada September sebanyak 87.053.683 orang. Sebanyak 74.420.345 data telah padan dengan DTKS, sedangkan 12.633.338 data non-DTKS diperlukan verifikasi kelayakan dari daerah.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mau Terbang, Ini Aturan Terbaru dari Kemenhub

Jumat, 22 Oktober 2021 | 14:12 WIB
X