• Selasa, 21 September 2021

Polda Metro Jaya Tangkap 2 WNA Pelaku Skimming ATM. Mereka Meraup Keuntungan Rp17 Miliar

- Rabu, 15 September 2021 | 16:39 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (kedua kiri depan) berikan keterangan dalam penangkapan dua WNA dan satu WNI dalam kasus skimming ATM yang merugikan korbannya hingga Rp17 miliar di Polda Metro Jaya, Rabu (15/9/2021).  (ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (kedua kiri depan) berikan keterangan dalam penangkapan dua WNA dan satu WNI dalam kasus skimming ATM yang merugikan korbannya hingga Rp17 miliar di Polda Metro Jaya, Rabu (15/9/2021). (ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat)

JAKARTA, harianmerapi.com - Petugas Polda Metro Jaya menangkap dua warga negara asing (WNA) dan seorang WNI yang diduga terlibat tindak pidana kejahatan dengan modus penyadapan (skimming) kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang telah meraup keuntungan hingga Rp17 miliar.

"Ini pengungkapan kasus skimming yang dilakukan dua warga negara asing dan satu warga negara Indonesia. Kejadiannya sekitar bulan September 2021, korbannya salah satu bank BUMN" kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Jakarta, Rabu (15/9/2021).

Yusri mengatakan kasus ini terkuak setelah sejumlah nasabah melapor dan melakukan penyanggahan transaksi keuangan. Pihak bank kemudian melapor ke Polda Metro Jaya dan dilakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Baca Juga: Heboh Kelainan Seks Oknum Dokter

"Setelah dicek melalui CCTV pada mesin ATM diketahui bukan pemilik rekening yang melakukan, ini dilaporkan ke Polda Metro Jaya," ujarnya.

Atas temuan tersebut polisi kemudian melanjutkan pengembangan kasus tersebut dan menciduk tiga pelaku kejahatan perbankan tersebut. Para pelaku tersebut berinisial VK berkebangsaan Rusia dan NG asal Belanda, serta seorang Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial RW

Ketiganya mengaku telah melakukan aksi kejahatan selama satu tahun terakhir dan telah merugikan sejumlah korban hingga miliaran rupiah.

Baca Juga: Pesinetron Ijonk Mendatangi Polres Jaksel Untuk Klarifikasi KDRT Yang Dilakukan Oleh Istrinya

"Total yang sudah diambilkan dan dikirim ke penampung sudah Rp17 miliar," ujar Yusri.

Berdasarkan penyidikan lebih lanjut, petugas menemukan sindikat ini menggunakan alat yang dikenal dengan "deep skimmer" dan memasang alat tersebut di mesin ATM untuk menyadap dan menduplikasi data kartu ATM nasabah.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X