• Selasa, 21 September 2021

Komplotan Penjahat ATM Keruk Uang Nasabah Rp 15 Miliar

- Selasa, 14 September 2021 | 15:10 WIB
ilustrasi garis polisi (Dokumen)
ilustrasi garis polisi (Dokumen)

SEMARANG,harianmerapi.com- Direktorat Kriminal Khusus Polda Jateng berhasil meringkus 15 pelaku transfer dana palsu melalui ATM milik Bank Jateng. Jumlah dana yang dikeruk para pelaku di ATM Kecamatan Sukolilo dan Wedarijaksa Pati ini mencapai Rp 15 miliar.

Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy, mengatakan pelaku juga melibatkan pasangan suami istri, terdiri dari 8 laki-laki dan 7 perempuan. Mereka berinisial SP, ST, DH, MI, MB, SG, WS serta KM. Selain itu ND, SM, MA, RH, TH, IH dan SPO.

"Para pelaku menjalankan aksi transfer dana pada bulan Agustus sampai Oktober 2018. Mereka memanfaatkan adanya system error pada ATM Bank Jateng di dua kecamatan tersebut,", jelas Kabid Humas, Selasa, (14/9/2021).

Baca Juga: Sungai Bengawan Solo Tercemar Limbah Ciu, Polda Jateng Siapkan Jerat Pidana

Dijelaskan, Modus yang digunakan pelaku yakni memakai ATM yang diterbitkan BCA pada mesin ATM bersama milik Bank Jateng. Mesin ATM Bank Jateng di Kecamatan Sukolilo dan Wedarijaksa, tidak membaca respons sukses atas transaksi tersebut.

"Sehingga mesin ATM memerintahkan reversal (pembatalan) atas transaksi tersebut. Pada kenyataannya, sistem hanya membatalkan pada sisi penyelenggara jasa transaksi ATM/rekening asal dan tidak membatalkan pada sisi core banking dan ITM (Integrated Transaction Module)", papar Kombes M Iqbal.

Sehingga dana yang sudah masuk ke rekening tujuan, tandas M Iqbal, gagal ter-reversal (dikembalikan). Sehingga tidak ada pendebetan dana dari rekening BCA ke rekening Bank Jateng yang mengakibatkan kerugian sekitar Rp 20 miliar.

Baca Juga: Penahanan Dinilai Tak Sah, Belasan Nasabah yang Dituduh Bobol Bank Jateng Praperadilankan Polda Jateng

Dikatakan Kombes Iqbal, dalam menjalankan aksinya, para tersangka dapat melakukan transfer dana sebanyak Rp 70 juta sampai Rp 150 juta dengan tujuan rekening Bank Jateng. Padahal, para tersangka tidak mempunyai dana tersebut.

Pada hari yang sama setelah dana masuk rekening, para tersangka langsung menarik cash atau mengalihkan dana milik mereka ke rekening pribadi di sejumlah bank. "Saat ini berkas perkara terus dikebut oleh tim penyidik," tandasnya.

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Terkini

Di Salatiga, 1.954 Orang Rebut 235 Formasi CPNS dan PPPK

Minggu, 19 September 2021 | 21:19 WIB
X