• Rabu, 20 Oktober 2021

Jadi Anggota Komplotan Penjahat Skimming, Tukang Sate Raup Rp 21 Juta

- Sabtu, 3 Juli 2021 | 05:26 WIB
02skiming
02skiming

SLEMAN (harianmerapi.com)- Aparat Polda DIY membongkar komplotan penjahat modus skiming. Para pelaku berlagak jadi nasabah kemudian meminta korban membantu melakukan transaksi memakai ATM korban. Tanpa diduga, pelaku mengkopi data ATM korban saat dia lengah kemudian dipakai menguras rekeningnya.

Dari pengungkapan kasus ini, seorang pelaku diamankan, yakni seorang penjual sate berinisial TH (28) warga Bantul. Saat menjalankan aksinya TH berperan sebagai orang yang menerima transferan dan menikmati hasil kejahatan. "Saat ini polisi masih memburu beberapa tersangka yang kabur termasuk otak komplotan ini," ujar Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto SIK kepada wartawan, Jumat (2/7). Yuliyanto menjelaskan, terungkapnya kasus itu diawali laporan hilangnya uang sebesar Rp 21,5 juta di rekening seorang pegwai bank di Bantul, Renata warga Yogya. Padahal korban tidak melakukan penarikan.

“Penarikan uang dilakukan beberapa kali hingga totalnya sebesar Rp 21.550.000, dan diketahui korban setelah beberapa kali menerima notifikasi penarikan," beber Kombes Yuliyanto.
Wadireskrimsus Polda DIY AKBP Endriadi SIK menambahkan, kasus itu berhasil terungkap usai polisi melakukan penelusuran cukup lama. Yakni memeriksa rekaman CCTV di tempat korban bekerja. Saat itulah tersangka TH teridentifikasi. Dia kemudian ditangkap setelah sejumlah bukti mengarah akan keterlibatannya.

"Saat beraksi, TH ini tidak sendiri, namun berkelompok, hanya saja pelaku lain saat ini masih dalam pencarian," katanya.
Dari introgasi terhadap TH, diperoleh informasi jika eksekutor skimming dilakukan oleh temannya berinisial X (buron). Pelaku X, datang ke salah satu outlet sebuah bank di Jalan Wates, Bantul dan berpura-pura akan transfer uang.
"Saat itu X yang datang dengan komplotan lainnya dilayani oleh korban dan tanpa curiga Renata melayaninya," jelasnya.
Pelaku kemudian meminta korban membantu melakukan transaksi. Korban pun melayaninya dan kemudian mengeluarkan ATM guna membantu transaksi itu.
Saat akan menggesekkan master ATM ke Electronic Data Capture (EDC), pelaku lainnya mengalihkan perhatian korban. Saat korban lengah, X mengambil master ATM korban dan mengcopy dengan alat skimming.

Setelah usahanya berhasil, komplotan pelaku langsung meninggalkan lokasi dan menarik uang di rekening korban secara bertahap. Dalam penarikan itu, tersangka TH yang berulangkali melakukan penarikan uang korban.
Menurut Endriadi, dari keterangan diperoleh, alat skimming itu dibeli secara online. Polisi menyakini korban skimming komplotan pelaku ini tidak hanya satu orang, sehingga para nasabah diimbau berhati-hati saat menggunakan ATM.
Atas perbuatannya, tersangka TH dijerat pasal dalam UU tentang Transfer Dana atau pasal dalam UU ITE dan atau Pasal 362 KUHP tentang Pencurian. (Shn)

Editor: admin_merapi

Terkini

KPK Operasi Tangkap Tangan di Riau

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:58 WIB
X