Bupati Temanggung Agus Setyawan raih trofi Abyakti PWI di HPN 2026

photo author
Arif Zaini Arrosyid, Harian Merapi
- Minggu, 11 Januari 2026 | 10:30 WIB
Sejak muda hingga menjadi bupati, Agus Setyawan konsisten melestarikan seni Jaran Kepang Temanggung. Dedikasi itu berbuah Trofi Abyakta PWI 2026. ( Foto: Istimewa)
Sejak muda hingga menjadi bupati, Agus Setyawan konsisten melestarikan seni Jaran Kepang Temanggung. Dedikasi itu berbuah Trofi Abyakta PWI 2026. ( Foto: Istimewa)

HARIAN MERAPIBupati Temanggung Agus Setyawan meraih Trofi Abyakta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, dan akan diserahkan puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten, 9 Februari mendatang.

Mantan Kades Campurejo Tretep itu berhasil menyabet trofi atas dedikasinya dalam pelestarian dan pengembangan seni tradisi Kuda Lumping serta visinya untuk membawanya ke kancah internasional.

Pada penilaian di depan yuri, yang dilakukan Kamis (9/1) di Kantor PWI Pusat, Gedung Dewan Pers, ia pun unjuk kebolehan menari Kuda Lumping bersama sejumlah pelajar.

Penampilan itu sebagai salah satu bukti, totalitas pengabdian dibidang seni budaya. Bukan karbitan saat menjabat sebagai Bupati Temanggung. Melainkan sejak kecil, melakoni diwaktu muda, menjabat sebagai Kades Campurejo, dan berlanjut kini sebagai Bupati Temanggung.

Pada kesempatan itu, Agus Setyawan menyampaikan paparan bertajuk “Kiprah Kuda Lumping Temanggung Menembus Kancah Internasional” pada dewan yuri yang terdiri Yusuf Susilo Hartono, Agus Darmawan T, Dr. Nungki Kusumastuti, Akhmad Munir, dan budayawan Sudjiwo Tejo.

Baca Juga: Badran FC Temanggung layangkan protes, soroti keputusan Panpel Liga Desa 2025/2026

Ketua Kontingan Temanggung, Efizuddin, mengatakan Bupati Temanggung Agus Setyawan berhasil meraih trofi, yang disampaikan usai sidang penilaian.

"Alhamdulillah, Bupati Agus mendapat Trofi Abyakta," kata dia, Sabtu (10/1/2025) petang

Ketua Panitia Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono mengatakan Trofi Abyakta sebagai bentuk pengakuan tertinggi bagi kepala daerah yang mampu menyinergikan kebudayaan dengan kebijakan publik secara konsisten dan berdampak.

Hasil dari penilaian, kata dia, Agus Setyawan dinyatakan berhak menerima penghargaan yang akan diberikan pada HPN 2026 mendatang di Banten. Surat keputusan telah disampaikan.

Bupati Temanggung Agus Setyawan mengatakan Trofi Abyakta merupakan untuk warga Temanggung khususnya seniman Kuda Luping atau jaran kepang yang telah berdedikasi nyata dalam pelestarian seni budaya.

Baca Juga: Selain bangunan limasan, lokasi kuliner Sate Kambing dan Soto 786 Mas Moko di Godean juga ada dua potongan pohon cengkeh

Disampaikan Jaran Kepang mengandung filosofi mendalam, di mana jaran atau kuda melambangkan kesetiaan, kekuatan, dan ketangguhan, sementara kepang yang terbuat dari anyaman bambu merepresentasikan kesederhanaan serta kearifan dalam menjaga kelestarian alam.

“Tarian Jaran Kepang menggambarkan kekompakan, kesederhanaan, kekuatan, kesetiaan, serta perlawanan rakyat terhadap berbagai bentuk penindasan,” ujarnya.

Ia menerangkan Jaran Kepang Temanggung memiliki kekhasan dari kostum, gerakan tari, pakaian, hingga riasan para penari, baik putra maupun putri. Seni ini telah mengakar kuat dan menjadi identitas kebanggaan masyarakat di hampir seluruh wilayah Kabupaten Temanggung.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

17 ribu Siswa di Temanggung ikuti TKA

Jumat, 10 April 2026 | 07:51 WIB

Mbah Konil ditemukan meninggal di Kali Gondok

Selasa, 7 April 2026 | 05:53 WIB
X