Talud rusak di Jembatan Galeh Parakan Temanggung segera diperbaiki pada 2026

photo author
Arif Zaini Arrosyid, Harian Merapi
- Rabu, 7 Januari 2026 | 16:00 WIB
Kerusakan talud di jembatan Galeh mulai dibangun 2026 (HARIAN MERAPI-Arif Zaini Arrosyid)
Kerusakan talud di jembatan Galeh mulai dibangun 2026 (HARIAN MERAPI-Arif Zaini Arrosyid)

HARIAN MERAPI – Kerusakan talud di Jembatan Galeh, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, dipastikan ditangani pemerintah melalui program pembangunan tahun 2026. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Tengah menyatakan perbaikan telah disetujui dan kini memasuki tahap persiapan pelaksanaan.

Koordinator Pengawas Lapangan PPK 2.4 Provinsi Jawa Tengah, Joko Budi Santoso, mengungkapkan bahwa perbaikan menyasar talud sepanjang 100 meter di sisi kanan jembatan, sekaligus perbaikan lantai jembatan.

“Pengajuan perbaikan sudah disetujui, dan saat ini masih dalam tahap tender atau lelang,” jelas Joko, Selasa (6/1/2026).

Baca Juga: Khamim bahas Hikmah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Ikhlas Kompleks RS dr. Soetarto

Menurut Joko, perbaikan hanya dilakukan di sisi kanan karena talud sebelah kiri sudah dibangun lebih dulu pada 2022, sedangkan talud kiri sebelumnya telah diperkuat pada tahun 2022 dan 2022.

Talud kanan akan diperkuat menggunakan beton siklop – beton pondasi dalam yang dicampur batu-batu besar untuk menambah kekuatan struktur. Selain itu, akan dilakukan penimbunan di bagian belakang talud sebagai penguat, meski jenis material timbunan masih dalam tahap koordinasi.

“Setelah beton siklop, nanti kita beri timbunan. Untuk jenisnya, kami masih berkoordinasi dengan perencana. Sampai sekarang belum ditentukan, apakah pakai material A, B, atau lainnya,” imbuh Joko.

Kekhawatiran juga disampaikan warga sekitar. Air Titik Wardhani, salah satu pemilik warung di dekat jembatan, menuturkan bahwa kerusakan talud tidak hanya mengancam jembatan, tetapi juga bangunan warung dan kantor perbankan di sekitarnya.

Baca Juga: Relasi kedekatan antara emosi, komitmen, dan gairah dalam hidup berkeluarga

“Kami warga merasa sangat khawatir, terutama saat banjir. Bahkan sekarang, saat tidak banjir pun, kondisi talud sudah menggantung. Ini sangat berbahaya bagi pengguna jembatan. Kalau terjadi banjir besar lagi, bukan tidak mungkin talud ambrol dan jembatan ikut runtuh,” ungkapnya dengan nada cemas. *

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

17 ribu Siswa di Temanggung ikuti TKA

Jumat, 10 April 2026 | 07:51 WIB

Mbah Konil ditemukan meninggal di Kali Gondok

Selasa, 7 April 2026 | 05:53 WIB
X