Saluran air tertutup cor bangunan rawan banjir, tata ruang harus ditata ulang

photo author
Wahyu Imam Ibadi, Harian Merapi
- Rabu, 22 Januari 2025 | 18:55 WIB
Ilustrasi - Warga melintasi genangan banjir akibat luapan sungai di Desa Rowokangkung, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (22/11/2024). ( ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)
Ilustrasi - Warga melintasi genangan banjir akibat luapan sungai di Desa Rowokangkung, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (22/11/2024). ( ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)

HARIAN MERAPI - Sejumlah wilayah diketahui tergenang air akibat luapan saluran air dampak curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi tersebut terjadi akibat saluran air tertutup cor bangunan sehingga rawan banjir. Pemkab Sukoharjo berharap ada penataan ruang wilayah sehingga mempermudah kontrol.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo, Rabu (22/1/2025) mengatakan, curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir berdampak terjadinya genangan air dan banjir khususnya di wilayah bangunan padat penduduk.

Hal ini terjadi karena semakin sedikitnya daerah resapan air yang mengakibatkan terjadinya genangan air.

Di sisi lain, curah hujan tinggi membuat saluran air cepat penuh. Kondisi saluran air sendiri tertutup cor bangunan sehingga mempersulit kontrol.

Baca Juga: Zona Air Minum Prima Kota Salatiga Resmi Digunakan, Pilot Project di Perumahan Puri Wahid Regency, Siap Minum Langsung dari Kran

Akibatnya terjadi banjir dan air luapan dari saluran masuk ke rumah, tempat usaha dan lainnya.

Baik genangan dan banjir ditemukan BPBD Sukoharjo sejak beberapa hari terakhir seperti di wilayah Desa Gentan, Kecamatan Baki dan beberapa desa di wilayah Kecamatan Grogol seperti di kawasan Solo Baru.

"Curah hujan memang sangat tinggi dan evaluasi kami karena daerah resapan air berupa tanah lapang terbuka semakin sempit dan berkurang karena berubah fungsi bangunan sehingga air hujan tidak cepat hilang meresap ke tanah dan terjadi genangan. Kemudian curah hujan tinggi juga mengakibatkan banjir karena fungsi saluran air berkurang terdapat sedimentasi pasir atau tanah dan sampah dan diperparah tertutup cor bangunan sehingga mempersulit kontrol," ujarnya.

BPBD Sukoharjo meminta kepada masyarakat untuk ikut peduli dengan kondisi lingkungan seperti membuat resapan air dan saluran air tidak ditutup total cor bangunan.

Penataan tata ruang perlu dilakukan bersama melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Baca Juga: Sepuluh cara raih hidup bahagia, di antaranya fokus pada hal-hal positif

"Dari OPD mungkin sudah berjalan sesuai aturan terkait tata ruang. Tapi masyarakat terkadang kurang peduli dimana saluran air yang seharusnya terbuka untuk mempermudah kontrol justru ditutup cor bangunan untuk parkir kendaraan atau dibuat warung," lanjutnya.

BPBD Sukoharjo meminta kepada OPD terkait untuk segera turun melakukan penataan tata ruang sebagai antisipasi bencana lebih besar lagi kedepan saat curah hujan tinggi. Sebab dengan kondisi genangan air atau banjir sekarang saja sudah banyak keluhan datang dari warga ke BPBD Sukoharjo.

"Kami kembalikan lagi ke warga masyarakat mari saling peduli dengan kerja bakti membersihkan saluran air agar aliran air lancar. Termasuk membuat bak kontrol apabila memang saluran air itu terpaksa ditutup cor bangunan. Itu biasanya terjadi di perumahan atau kawasan ekonomi berkembang," lanjutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Pemkab Sukoharjo awasi ketat ASN saat WFH

Minggu, 12 April 2026 | 12:00 WIB
X