"Terima kasih Bu Rektor, yang sudah menyediakan sarana bagi teman-teman muslim untuk melaksanakan ibadah ketika melakukan kegiatan belajar mengajar di sini. Matur nuwun, Prof,” lanjut Yasip.
Rektor UKSW Salatiga, Prof. Dr. Intiyas Utami menyampaikan bahwa, kegiatan Halal Bi Halal ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi betul-betul merupakan gerak kolaborasi Satu Hati.
Satu Hati merupakan komitmen kerja UKSW, singkatan dari sinergis, patuh, harmonis, teladan dan integritas.
Intiyas mengungkapkan, Halal bi Halal 2024 ini merupakan kegiatan pertama kali dalam sejarah UKSW. Kota Salatiga dinilai sudah memberikan banyak hal, sejak UKSW didirikan pada tahun 1956 sebagai Perguruan Tinggi Pendidikan Guru Kristen Indonesia dengan 18 sinode gereja pendukung se Indonesia.
“Kami menyadari bahwa, tidak mungkin kampus ini berdiri sebagai kampus yang soliter, yang merasa hebat sendiri," katanya.
"Keluarga besar UKSW ya keluarga besar Indonesia, oleh karena itu kami pun memiliki tempat ibadah yang kami persiapkan sebagai bentuk kesehatian kami dengan saudara-saudara kami yang muslim," lanjutnya.
"Kami menyadari, sebagai kampus Kristen yang ada di tengah kota yang toleran di Indonesia, keberadaan UKSW ini juga sebagai simbol kemajemukan,” jelas Intiyas. *